Puncak Peringatan Harlah ke-99 NU Berlangsung di Bangkalan

0
611
Gus Yahya dalam acara puncak peringatan Harlah ke-99 NU di Bangkalan Madura, Kamis malam

BANGKALAN, Suaranahdliyin.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Puncak Peringatan Harlah NU ke-99 di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan, Kamis malam (17/02/2022). Pada kesempatan itu Ketua Umum PBNU mengajak umat untuk siap menyongsong satu abad Nahdlatul Ulama.

“Peringatan ini merupakan refleksi dari visi dan cita-cita NU selama ini, apakah sudah sesuai dengan harapan para muasis dan sesepuh kita atau tidak,” kata KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Gus Yahya menyampaikan, pemilihan puncak peringatan di bumi Bangkalan ini memang sudah direncanakan sebelumnya.

“Satu tahun lagi NU akan memasuki usia ke-100, bagaimana mungkin kita tidak ingin menginjakkan kaki di bumi bangkalan ini, merasakan jejak perjuangan Syaichona Cholil Bangkalan dan merasakan untuk apa jamiyyah NU ini didirikan,” ungkapnya.

Turut memberikan sambutan, Pengasuh Ponpes Syaichona Cholil Bangkalan, KH Fahrillah Aschal menyampaikan terima kasih atas kesediaan PBNU dalam menyelenggarakan puncak peringatan harlah di Ponpes Syaichona Cholil Bangkalan.

“Atas nama pengasuh sekaligus mewakili segenap duriyah, kami mengucapkan selamat datang di bumi Bangkalan ini, pemilihan harlah di Ponpes ini sangat tepat karena kita akan mengangkat kembali sejarah penting lahirnya NU di Bangkalan,” ucapnya.

KH Fahrillah menceritakan bahwa Jamiyyah NU lahir dari Syaichona Cholil, melalui isyarah tongkat dan tasbihnya. Beliau juga menunjukkan bahwa dari karya-karya Syaichona Cholil, lahir pemikiran-pemikiran besar tentang nasionalisme, keutuhan dan toleransi.

“Di Ponpes ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mengajarkan banyak hal untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara,”

Sementara itu, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar manyarankan agar peringatan harlah ini tidak hanya sebatas momentum seremonial saja. Akan tetapi, beliau berharap adanya kesungguhan dan keyakinan dari para pengurus NU untuk terus menyampaikan kebenaran.

“Ini adalah sebuah tantangan besar, sejauh mana kita merefleksi apakah jalan kita sudah benar atau tidak. Semoga dalam periode ini NU semakin dikenal dunia dan terus menyelesaikan kemaslahatan umat dan seterusnya,” harapnya.(Hasyim/rid)

Comments