Harlah ke-99 NU
Jangan Ada Keraguan Merawat NU

0
490
Kiai Imam Fathoni (pegang mic) memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lahir ke -99 NU di Besito

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama penuh syiar di berbagai tempat. Di desa Besito Gebog Kudus, warga NU merayakan harlah dengan tahlilan di kantor NU setempat, Rabu malam (16/2/2022).

Wakil Pengurus Ranting NU Besito Kiai Imam Fathoni menjelaskan peringatan harlah yang diadakan NU dan badan otonom (banom) ini dimaksudkan agar warga NU bisa meneladani perjuangan ulama khususnya pendiri Nahdlatul ulama.

“Kita kobarkan semangat menggerakkan NU bersama-sama untuk menanamkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah,”ujarnya.

Kiai Imam mengharapkan seluruh komponen dari NU dan banom supaya bisa kembali bangkit dan bertekad untuk menjadikan kembali NU Besito sebagai barometer keberhasilan dalam pembinaan pengembangan serta pengamalan ideologi ahlussunah waljama’ah annahdliyah..

“Untuk mewujudkan hal itu, Kita harus selalu berpegang teguh pada empat pondasi utama dalam menggerakkan NU yakni Amaliyah, Fikroh (pemikiran), Harokah (gerakan) dan Ghiroh (semangat),”tandasnya.

Kiai Imam menguraikan bahwa warga NU harus mengamalkan Aswaja dan berpegang pada empat madzhab, menjalankan akidah ahlussunah wal jamaah. “Inilah bentuk amaliyah yang harus dilaksanakan sesuai Aswaja,”terangnya.

Dalam cara pandang atau berfikir (fikroh), jelasnya, Nahdlatul Ulama’ senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep Tasammuh (toleran), Tawassuth (pertengahan), Tawazun (seimbang) dan Mu’addalah (adil).

“Sedangkan harakah (gerakan) NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Tidak dibenarkan, mengaku orang NU tapi malah menganut gerakan yang bertentangan dengan NU.”jelannya

Terkait ghirah, nahdliyin harus yakin bahwa NU adalah rumah besarnya para ulama’, kiyai, santri, dan bahkan seluruh masyarakat muslim Indonesia. “Jangan ada keraguan dalam hati kita untuk merawat NU dan membesarkannya,”tegas kiai Imam.

Peringatan Harlah ke-99 NU ini dihadiri Rais MWCNU Gebog KH. Abdul Manan dan seluruh pengurus NU dan banom ranting Besito (adb/rid)

Comments