
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Setelah sempat sepi, Perpustakaan Sartika di Desa Mijen kembali ramai sejak beroperasi kembali September 2025 lalu. Para pengelolan perpustakaan selalu menunggu pengunjung setiap Jumat dan Ahad pukul 09.00-12.00 di Balai desa Mijen
Kepala perpustakaan Sartika Zakkiyatunnufus Salsabila menjelaskan perpustakaan ini lahir atas Inisiatif dari tangan Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus istri Kepala Desa Mijen era 1990/1999 Hj. Suarti. Tujuannya jadi pusat literasi warga, meningkatkan minat baca, dan dukung pendidikan desa.
“Koleksi buku di dalamnya cukup beragam, mulai dari buku umum, sejarah, fiksi, dan 1.000 buku cerita bantuan Perpustakaan Nasional,”terangnya.
Ia mengutarakan tempat ini dikelola tim solid beranggotakan 12 orang, termasuk Fathi Najib Zahir, Rizkia Cahya Fitriana, Desi Anggraeni, hingga Laili Atiqoh. Mereka membagi tugas dua kali seminggu untuk melayani pengunjung yang datang.
“Dana dari iuran kas bulanan dan subsidi pemdes.”terangnya.
Strategi dalam mengelola Perpustakaan Sartika ini, kata dia, dengan menarik anak muda lewat sosialisasi sekolah. Diantaranya, melakukan kunjungan ke TK Pertiwi 01 Mijen November lalu.
” Harapannya perpustakaan ini bisa menjadikan warga lebih akrab dengan buku dan literasi berkelanjutan.”tegasnya.
Zakkiyatun mengungkapkan tantangan terbesar di era sekarang adalah menurunnya literasi baca pada anak,. sehingga hal ini menjadi PR besar untuk membantu meningkatkan literasi, di lingkungan Desa Mijen.
“Dengan memberikan tempat belajar yang nyaman, dan diselingi dengan permainan-permainan edukasi yang seru”ujarnya.
Rencana ke depan tak kalah menarik, Perpustakaan Sartika akan mengadakan program perpustakaan keliling ke sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang perpustakaan desa.
(Umi Saidatun Nisa, Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, UIN Sunan Kudus)









































