Pasar Sarwono, Ikhtiar Desa Wonosoco Merawat Budaya Lewat Pasar Rakyat

0
274
Pasar Sarwono, pasar di tengah hutan jati Desa Wonosoco

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pasar Sarwono terletak di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Pasar Sarwono mempunyai makna atau kepanjangan tersendiri.

Menurut Tri Budi Wono, Direktur Pengelola Pasar Sarwono, nama “Pasar Sarwono” diambil dari kata “Sar” (Pasar) dan “Wono” yang merujuk pada Desa Wonosoco. “Pasar Sarwono berdiri dan beroperasi sejak Desember 2022,” terang Tri Budi Wono.

Kehadiran pasar tersebut, tambahnya, menjadi langkah nyata masyarakat desa dalam membangun ekonomi lokal yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. Pasar Sarwono dilaksanakan setiap Ahad Legi (Selapanan).

Mengenai sejarah berdirinya Pasar Sarwono, ungkapnya, yaitu salah satunya adanya keresahan dari sektor pariwisata sehingga pemerintah membuat inovasi sehingga pengunjung bisa hadir dan ikut serta dalam event sebulan sekali di Desa Wonosoco.

“Faktor lain didirikannya Pasar Sarwono yaitu kurang bisa mengandalkan pendapatan harian, karena Letak Desa Wonosoco jauh dari pemukiman kerja atau Kota. Maka pemerintah membuat event yang mengundang banyak pengunjung sehingga bisa menutup pendapatan masyarakat Desa Wonosoco,” terangnya.

Lebih lanjut Tri Budi Wono menyampaikan, bahwa keunikan Pasar Sarwono yaitu lokasinya di bawah rerimbunan pohon jati.

“Juga terkenal sebagai pasar murah karena di Pasar Sarwono harga jual di bawah harga standard mengikuti pasar bukan pariwisata,” ungkapnya. (*)

Auliya Affa, mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) FDKI UIN Sunan Kudus.

Comments