
PEKALONGAN,Suaranahdliyin.com – Artificial Intelligence (AI) bukan lagi masa depan, tetapi sudah menjadi alat kerja hari ini. Karenanya, guru madrasah tidak boleh gagap teknologi.
Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Daenuri, M.Pd.I.,menyampaikan hal itu dalam pembukaan Pelatihan Coding dan Artificial Intelligence (AI) di Rumah Makan Kulu Asri, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan Bidang Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini diikuti oleh 105 guru MI di bawah naungan LP Ma’arif NU setempat.
“Dunia pendidikan berkembang sangat cepat, sehingga guru harus melek IT sebelum mengenalkan teknologi kepada siswa,”lanjut Daenuri.
Ia menambahkan, pembelajaran AI tidak semata-mata soal teknis dan logika operasional, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan kemandirian, kreativitas, serta kemampuan berpikir logis, terstruktur, dan sistematis. Menurutnya, guru adalah garda terdepan pendidikan.
“Jika gurunya melek teknologi, maka siswa madrasah akan mampu bersaing di kancah global. Namun perlu diingat, teknologi hanyalah wasilah, peran utama tetap ada di tangan guru,” ujarnya.
Daenuri menyampaikan filosofi “3P” yang perlu dibenahi oleh madrasah, yakni penampilan, pelayanan, dan prestasi. Penampilan madrasah harus menarik dan tertata rapi, pelayanan pembelajaran kepada siswa dan orang tua harus prima.
“Begitu juga, madrasah harus mampu menunjukkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik,”tandasnya.
Daenuri juga mengapresiasi mengapresiasi inisiatif Bidang MI yang telah memprakarsai kegiatan pelatihan tersebut.
“Pelatihan Coding dan AI merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan perkembangan zaman dan penguatan relevansi pendidikan madrasah,”ujarnya.
Melalui pelatihan ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan berharap para guru MI semakin siap menghadapi transformasi digital pendidikan dan mampu mengimplementasikan pembelajaran koding dan AI secara bijak, kreatif, serta selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan yang menjadi ruh pendidikan madrasah.
Kegiatan pembukaan pelatihan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Pekalongan H. Moh. Irkham, S.Ag., M.Pd.I., para pengawas Madrasah Ibtidaiyah, Ketua Bidang MI LP Ma’arif NU Riza Ismail, S.Pd., beserta jajarannya (Muhammad Syaikhul Alim/adb)









































