Pra Hijrah: Tujuh Perintang Dakwah Rasulullah

0
221

Oleh: Dr KH Muchotob Hamzah MM

Dari seribu satu perintang dakwah Nabi Muhammad, di sini akan dipaparkan tujuh yang terbesar. Yaitu sistem jahiliyah, teror mental, teror fisik, embargo, tawaran etis, kompromi dan sayembara penculikan.

A. Sistem Jahiliyah

Sistem Jahiliyah meliputi: 1). Religi yaitu sistem aqidah yang jauh dari tauhid (QS. 3: 154); 2). Sosial politik berbasis oligarchi yang diskriminatif-feodalistik (QS. 29: 26); 3). Hukum yang jauh dari keadilan “equality before the law” (QS. 5: 50); 4). Ekonomi yang abai halal haram, sehingga terjadi praktik riba yang mencekik leher (QS. 2: 275); 5). budaya buka aurat (QS. 33: 33).

B. Teror Mental

Ketika tekad dakwah Nabi Muhammad tak pernah surut, beliau diteror secara mental. Beliau distigma sebagai orang gila, ahli sya’ir, kena sihir, pendusta dan pembawa asatirul awwalin.

Demikian juga para budak dan orang kecil muslim generasi awal. Teror terhadap mereka sangat tidak manusiawi. Mereka mendapat ancaman kekerasan, perundungan, ancaman penganiayaan sampai pembunuhan.

C. Teror Fisik

Rasulullah saw.berulangkali mendapatkan teror fisik. Suatu saat beliau lagi sujud di depan Kakbah, datang Uqbah bin Abi Mu’aith mengalungkan sarung di leher beliau dan ditarik keras biar tercekik. Lalu beliau ditolong oleh Abu Bakar As-Shidiq. (Bukhari 3678).

Kali yang lain, beliau dijebak oleh Abu Jahal. Dia membuat lubang di depan pintu lalu ditutup rumput kering dan pasir. Dia berpura-pura sakit dan tidur. Begitu Nabi datang melawat, Abi Jahal lupa kalau sudah membuat jebakan itu. Ia langsung bangkit dari tempat tidur untuk menyambut kedatangan Nabi.

Akibat lupa, Abu Jahal terperosok ke dalam lubang itu dan berteriak minta tolong. Maka dengan sigap Nabi menjulurkan tangannya untuk memancing Abu Jahal. Akhirnya tertolonglah Abu Jahal. Dari peristiwa itu di Arab ada peribahasa: “Man hafara hufratan waqa’a fiihi”. (Barang siapa menggali lubang, ia akan jatuh di dalamnya).

Bukan hanya Nabi yang diteror. Dari sekian banyak budak, ada dua orang yang saya tulis. Pertama, Bilal Bin Rabah yang kemudian dibeli oleh Abu Bakar. Ia budak dari Umayah bin Khalaf. Dengan keislamannya, menjadikan Umayah naik pitam dan menyiksa di luar peri kemanusiaan. Tetapi seakan tak merasa sakit, Bilalpun selalu melafalkan zikir kepada Allah; Ahad, Ahad, Ahad!

Kedua, Sumayah binti Khayyat isteri Yasir budak Abu Hudzaifah bin Mughirah yang mati syahidah ditombak farjinya oleh Umayyah bin Khalaf. Ia orang nomer ketujuh yang mengimani Nabi Muhammad.

D. Embargo

Umat Islam semakin militan saja, sehingga kuffar Quraisy mengubah sanksinya dengan embargo. Umat dilarang bersosialisasi dengan penduduk Mekah. Pakta embargo ditempelkan di Kakbah. Umat terpaksa makan dedaunan. (Al-Asqalani, Fathul Bari, 7/242). Menjelang akhir embargo, Nabi memberi informasi bahwa pakta tersebut sudah dimakan rayap. Maka ada lima orang kafir yang mengusulkan pencabutan embargo, dan berakhirkah embargo itu.

E. Politik Etis

Kuffar Quraisy mendesain metode baru, yaitu politik etis. Mereka menawarkan kepada Nabi tiga hal asal beliau berhenti menyiarkan Islam. Yakni harta, tahta dan wanita. Namun Nabi dengan tegas menjawab: “Tidak!”

F. Kompromi

Karena semua tidak berhasil, mereka menawarkan kompromi dengan setahun menyembah Allah dan setahun menyembah Latta, Uza dan Manata. Maka beliau jawab dengan Surat Al-Kafirun.

G. Sayembara Penculikan

Sidang di Darun Nadwa memutuskan untuk menculik Nabi. 11 pemuda suku berkoalisi mengepung rumah beliau, yang kemudian beliau lolos dan berhijrah. Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur.

Lalu Quraisy rapat lagi untuk sayembara. Siapa yang bisa menangkap beliau, akan dihadiahi seratus ekor onta. Alhamdulillah, hijrah beliau selamat sampai Yatsrib (Madinah), meskipun sempat tersusul Suraqah bin Malik yang kemudian masuk Islam. Wallahu a’lam. (*)

Dr KH Muchotob Hamzah MM,

Penulis adalah ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonosobo.

Comments