Masyarakat Antusias Berobat Gratis di Masjid Jami’ Darussalam Madu Dawe

0
201
Warga sedang berobat gratis di Masjid  Darusalam Madu Dawe

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Masjid Jami’ Darussalam Dukuh Madu, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat pada Ahad (1/2/2026). Kegiatan di Gedung Parkir dan Serbaguna masjid setempat mendapat  dukungan FK Rismadasa (Forum Komunikasi Islam Remaja Masjid Jami’ Darussalam), Tim Medis dari Klinik Utama Medisindo Gebog serta partisipasi warga sekitar.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, seperti cek tekanan darah, gula darah, dan asam urat, disertai pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan. Selain itu, panitia juga menyediakan layanan potong rambut gratis serta pembagian sayur kepada masyarakat.

Ketua Pengurus Masjid Jami’ Darussalam, Yasin, menuturkan kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi dan muncul harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.

“Kegiatan pengobatan gratis seperti ini selama ini hanya ada di Dukuh Madu dan sangat dibutuhkan masyarakat. Warga juga berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun,” ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Akhris Syaifuddin Najib, menyampaikan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini telah memasuki tahun kedua atau pelaksanaan kegiatan yang keempat. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dana infak dari kaum muslimin dan muslimat.

“Alhamdulillah, ini menjadi pembeda dari pelaksanaan sebelumnya yang masih dilakukan di area masjid,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat dapat terus mendukung pembangunan Gedung Serbaguna Masjid Jami’ Darussalam Madu agar ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, tim medis yang di ketuai oleh DR. Budi Santoso menilai kegiatan ini penting sebagai upaya skrining kesehatan masyarakat. Melalui pemeriksaan tersebut, warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan memperoleh tindak lanjut serta obat yang sesuai, mengingat masih banyak masyarakat yang belum menyadari kondisi kesehatannya.

Kegiatan tanpa menggunakan kas masjid  tapi hanya menggunakan 1 kotak infaq “dari umat kembali ke umat”.(rls/adb)

Comments