
REMBANG,Suaranahdliyin.com — Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Rembang menggelar kegiatan literasi bertajuk “Nyalakan Literasi” melalui Gerakan Menulis Puisi pada Jum’at, (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sekolah Literasi Nasional (SLN) 2026 yang diinisiasi oleh Nyalanesia.
Kegiatan literasi tersebut secara resmi dibuka dengan pemotongan pita oleh Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Ulinnuha. Dalam sambutannya, Ulinnuha menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah, khususnya dalam aspek baca dan tulis.
“Saya mengajak seluruh siswa dan guru madrasah untuk mendukung penuh program literasi yang tengah dijalankan. Menurutnya, budaya literasi harus terus dihidupkan agar siswa tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu mengekspresikan gagasan, perasaan, dan nilai-nilai kebangsaan melalui karya tulis.”ujarnya.
Lebih lanjut, Ulinnuha menyampaikan bahwa seluruh karya yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut akan melalui proses seleksi untuk diterbitkan menjadi buku bersama ber-ISBN. Ia menekankan pentingnya orisinalitas karya yang lahir dari pemikiran dan kepekaan hati masing-masing peserta.
“Karya yang ditulis harus benar-benar berasal dari pikiran dan hati sendiri. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap tulisan adalah karya orisinal, bukan hasil plagiat,” tegasnya.
Pada tahun 2026 ini, Ulinnuha juga menargetkan capaian literasi yang lebih ambisius. Selain buku karya bersama, pihak madrasah menargetkan terbitnya sedikitnya sepuluh buku karya tunggal, baik yang ditulis oleh guru maupun siswa.
“Kami ingin MTs Negeri 2 Rembang dikenal sebagai madrasah yang produktif dalam melahirkan penulis-penulis muda dan pendidik yang berkarya. Literasi bukan hanya program seremonial, tetapi menjadi budaya yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Eko Munjayanah, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan literasi ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kecintaan seluruh warga madrasah terhadap dunia literasi. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 526 siswa, 35 guru, serta 4 tenaga kependidikan.
Guru Koordinator Program, Slamet Winarto, menambahkan bahwa Program Sekolah Literasi Nasional akan berlangsung selama satu tahun penuh dengan berbagai bentuk kegiatan. Program tersebut meliputi literasi baca tulis, literasi sains, literasi digital, literasi numerik, literasi finansial, serta literasi budaya.
“Karya-karya terbaik nantinya akan diterbitkan dalam buku ber-ISBN dan diikutsertakan dalam Kompetisi Literasi Nasional yang diselenggarakan oleh Nyalanesia.”jelasnya.
Usai seremoni pembukaan, seluruh siswa mengikuti kegiatan menulis puisi bersama di halaman madrasah dengan mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika. Para siswa juga diberi kesempatan untuk membacakan karya puisi mereka di hadapan teman-teman dan guru.
Pembacaan puisi diawali oleh Kepala Madrasah, Ulinnuha, yang membacakan puisinya berjudul “Jejak Bangsa”. Suasana khidmat dan penuh inspirasi menyelimuti kegiatan tersebut, mendorong semangat siswa untuk mengekspresikan gagasan dan kecintaan terhadap keberagaman bangsa melalui karya sastra.(ist/adb)





































