Jumat Berkah, PCINU Lebanon Khatamkan Kitab Faraidul Bahiyyah

0
568
Foto bersama usai kajian.

LEBANON, Suaranahdliyin.com – Mempelajari Qowaidul Fiqh, bukan hanya mengasah cara berpikir ala fikih, tetapi juga cara berpikir sistematis untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian disampaikan Syekh Amin al Kurdi, Wakil Grand Mufti Republik Lebanon pada pembukaan pengajian kitab Nadzam Faroid al Bahiyah bersama PCINU Lebanon, Jumat (2/08/2019).

Pengajian yang dihadiri puluhan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Lebanon ini, berlangsung dengan khidmat dan penuh dengan semangat selama lebih dari tiga jam, sehingga berhasil dihatamkan.

Dijelaskannya, qowaid fiqhiyyah merupakan cabang dari ilmu fiqih, akan tetapi ilmu ini sangat penting dipelajari dan dikuasai, karena membahas detil tentang kaidah-kaidah yang berlaku pada kasus-kasus fikih.

Tatkala seseorang menghapal dan memahami kaidah ini, maka daya analisanya akan fikih bisa terlatih dan terbentuk, sehingga tidak perlu susah payah menghapal tiap detil kasus fikih, melainkan hanya perlu mengingat kaidah-kaidah inti saja.

“Barang siapa yang menghapal nadzam ini, maka dia akan mengetahui banyak hal,” terang Syekh Amin tentang manfaat nadzam qowaid fiqh yang digubah oleh ulama asal Yaman, Imam al Ahdal al Yamani, yang merupakan ringkasan dari kitab Asybah wan Nadza’ir dan nadzam ini berhasil diulas ulama’ Indonesia, Syekh Yasin al Fadani dalam karyanya Hasyiyah Fawaidul Janiyah.

Pengajian nadzam Faraidul Bahiyyah ini adalah salah satu dari rangkaian agenda kaderisasi  PCINU Lebanon di bidang fiqh, dan merupakan pengenalan singkat terhadap ilmu fiqh Islami dan cabang-cabangnya. Agenda kaderisasi diawali dengan khataman Minhajut Tholibin, dan akan dilanjutkan dengan banyak program antara lain bahtsul masail serta pengajian ushul fiqh. (Maulana Barizi, Ketua Lembaga Bahsul Masail PCINU Lebanon)

Comments