Wagub Jateng: Media NU Harus Bersinergi

0
247
Wakil GubernurJateng Gus Yasin menjadi pembicara FGD di gedung kantor Gubernur Jateng Senin kemarin

SEMARANG,Suaranahdliyin.com  –  Media-media di bawah Nahdlatul Ulama (NU) yang makin banyak jumlahnya diharapkan dapat saling bersinergi. Hal itu disampaikan wakil gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Aula Media Group (AMG), Senin (30/5/2022).

“Saya berharap dari media Nahdlatul Ulama ini apa saja yang saat ini saya lihat sudah mulai banyak, harus disinergikan,”ujar Gus Yasin.

Ia mengatakan sinergitas itu untuk berbagai tujuan terutama dalam mengawal perbedaan-perbedaan yang timbul di masyarakat, dengan demikian perbedaan dapat diselesaikan menjadi persatuan.

“Sehingga perbedaan-perbedaan itu bisa kita munculkan bukan untuk menjadi alat pemecah, tetapi bagaimana menjadi alat pemersatu,” tegas Gus Yasin di hadapan peserta Focus Group Discussion (FGD) di Aula kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang.

Tidak hanya dalam masyarakat, imbuhnya, dalam agama pun juga ada perbedaan namun bisa diselesaikan. Gus Yasin mencontohkan perbedaan dalam agama Islam terkait Hadits yang kadang periwayat berbeda.

“Kalau hadits itu biasanya disatukan dulu, kalau tidak bisa mentok terakhir itu nasih mansuh nya muncul,” tegas putra KH. Maimoen Zubaer ini.

Menanggapi pernyataan Gus Yasin, Kepala Biro Jateng Aula Media Group, M. Miftahul Arief menyebut pihaknya siap bersinergi terutama untuk hal yang bersinggungan dengan perbedaan dalam masyarakat.

“Kami sebagai media yang berada di bawah NU siap bersinergi khususnya dalam hal yang berkaitan dengan perbedaan, sejalan dengan ciri-ciri yang dimiliki NU,” tegasnya.

Beberapa ciri NU yang ia sebutkan adalah paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dengan ciri moderat (tawassuth), seimbang (tawazun), adil (i’tidal), dan akomodatif (isti’ab).

“8 konvergensi media diantaranya majalah, televisi, dua portal online, radio dan beberapa media lain siap mengawal perbedaan yang berpotensi perpecahan menjadi persatuan.”tandasnya.

Selain Gus Yasin, FGD bertema positioning Media NU dalam penguatan moderasi beragama juga hadir sebagai pembicara, KH. Mudzakir Ali (rektor Unwahas) dan Syaifullah Nawawi (Pimred majalah Aula).(adb,gie,rid/ros)

Comments