Masuki Abad Kedua, NU Harus Tekankan Pemberdayaan dan Kemandirian

0
97
Ketua PWNU Jateng Gus Rozin menjadi pembina Apel Kemanusiaan di Batang

BATANG,Suaranahdliyin.com Memasuki abad kedua, Nahdlatul Ulama (NU) tidak boleh lagi hanya membanggakan besarnya jumlah warga, melainkan harus menekankan aspek pemberdayaan dan kemandirian.

Penegasan itu disampaikan ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH. Abdul Ghaffar Rozin dalam.Apel.Kemanusiaan Harlah NU di alun-alun Batang, Ahad (1/3/2026).

“Yang jauh lebih penting dari sekadar jumlah adalah pemberdayaan dan kemandirian. Kita harus membangun kemandirian sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Kemandirian ini tidak akan tercapai jika tidak kita bangun secara sungguh-sungguh mulai sekarang,” katanya.

Gus Rozin juga menyampaikan tiga hal utama yang harus diperkuat NU pada abad kedua ini.

“Pertama, aksi nyata kita harus semakin banyak dan semakin terasa manfaatnya bagi umat. Kedua, kita harus meneguhkan kemandirian organisasi. Ketiga, kita meneguhkan tekad cinta bangsa, bahwa NU tetap hadir, tetap memperkuat kebangsaan, dan dalam kondisi apa pun tetap mencintai bangsa dan negara,” ungkapnya.

Menurutnya, NU perlu terus belajar, beradaptasi, dan melakukan metamorfosis organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

“NU pada abad kedua ini harus menjadi organisasi yang kuat, mandiri, berdaya, serta mampu merekatkan seluruh unsur Nahdlatul Ulama, lembaga, badan otonom, dan umat dalam satu kesatuan,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan menegaskan pentingnya persatuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia NU.

“Kita semua adalah satu NU. NU akan benar-benar terasa besar apabila kita bersatu. Jumlah tidak lagi menjadi penentu utama, melainkan keahlian, profesionalitas, dan kapasitas. Dari sanalah NU akan melahirkan pemimpin masa depan dan terus mengawal keutuhan bangsa,”tandasnya.(nfk/adb

Comments