Dihadiri 150 Kader, PCINU Tunisia Adakan Istighotsah Kubro dan Ngaji Qonun Asasi

0
66
Pengurus dan kader PCINU Tunisia sedang mengumandangkan lagu Yalal Wathan

TUNISIA,Suaranahdliyin.com — Dalam rangka peringatam harlah 100 tahun Masehi NU, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia menyelenggarakan Istighotsah Kubro dan Ngaji Kitab Qonun Asasi di Sekretariat PCINU Tunisia, Selasa (03/02/2026). Acara dihadiri oleh 150 Kader Nahdliyyin yang sebagian besar adalah mahasiswa Indonesia di Tunisia.

Peringatan Harlah diawali dengan membaca Istighosah Kobro, Soft Launching Jurnal Khittah volume ke-3, hingga acara inti yaitu ngaji kitab qonun asasi. Sejumlah penampilan pun turut memeriahkan acara, seperti lantunan sholawat oleh Grup Hadrah el-Khadra dan penampilan syair arab.

“Kami selaku panitia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan Harlah1 Abad NU,” ujar Ketua Panitia Harlah Muhammad David Ibrahim,

Pada kesempatan tersebut, Ketua PCINU Tunisia Muhammad Yusril Muna menyampaikan, bahwa kader muda NU Tunisia diharapkan mampu untuk terus mengawal masuknya abad ke-2 NU, seraya meneladani semangat kebangkitan dan keilmuan ulama-ulama NU.

“Seluruh Kader Muda NU Tunisia tetap menjaga kebersamaan, kerukunan dan terpenting adalah mempersiapkan bekal ilmu yang banyak agar kelak menjadi calon pemimpin dan ulama,”ungkapnya.

Sementara itu, Rais PCINU Tunisia Idris Ahmad Rifai berpesan kepada seluruh warga Nahdliyyin di Tunisia untuk selalu khidmah kepada organisasi NU.

“Sudah 1 Abad Nahdlatul Ulama membersamai NKRI dan pengikutnya justru semakin bertambah banyak. Rahasia terbesarnya adalah keberkahan dan khidmah kepada para pendiri dan ulama NU. Semoga keselamatan tetap tercurahkan kepada organisasi NU di umurnya yang sudah memasuki abad ke-2,” ujar Idris.

Pembacaan Kitab Muqoddimah Qanun Asasi dipandu langsung oleh H. Ardi Pramana, Lc., MA., Mustasyar PCINU Tunisia. Ia mengatakan, bahwa pijakan dasar berorganisasi sudah tertera di dalam kitab Qonun Asasi, sudah saatnya untuk merefleksikan kembali risalah yang ditulis oleh Hadratus syaikh KH. Hasyim Asyari.

“Penting bagi seluruh kader NU untuk menghayati kembali isi kandungan undang-undang dasar NU. Qonun Asasi memberikan pelajaran kepada kita tentang pentingnya berukhuwah, persatuan, persaudaraan, saling menghormati dan mengasihi,” tegas Ardi Pramana.

Acara berlangsung meriah dan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil 1 Rois Syuriah, Amin Khafidin Busro.(rls/adb)

Comments