Wisuda Pertama Pascatransformasi, UIN Sunan Kudus Lepas 2.194 Lulusan

0
145
Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Abdurrahman Kasdi memindah tali toga sarjana dalam prosesi wisuda, kemarin

KUDUS,Suaranahdliyin.com –Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-40 Program Sarjana (S1) dan Wisuda ke-22 Program Magister (S2) di lantai 5 Gedung Laboratorium Terpadu kampus setempat pada Rabu dan Kamis (4-5/2/2026). Dalam wisuda pertama pascatransformasi IAIN menjadi UIN itu  UIN Sunan Kudus melepas  2.194 wisudawan dan wisudawati.

“Jumlah tersebut terdiri atas 2.096 lulusan Program Sarjana (S1) dan 99 lulusan Program Magister (S2).”jelas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sunan Kudus, Dr. Hj. Siti Malaiha Dewi  dalam laporan akademik purna widya.

Siti Malaiha menyampaikan bahwa pada hari pertama wisuda, Rabu (4/2/2026), UIN Sunan Kudus mewisuda sebanyak 1.055 wisudawan dan wisudawati Program Sarjana.

“Jumlah tersebut berasal dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Ushuluddin sebanyak 232 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam sebanyak 335 orang, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 488 orang,” jelasnya.

Selain itu, pada wisuda hari pertama ini, UIN Sunan Kudus juga memberikan apresiasi kepada para lulusan berprestasi. Tercatat wisudawan terbaik dari 14 program studi, serta 29 wisudawan dan wisudawati dengan prestasi Tahfidz Al-Qur’an, sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik dan keunggulan nonakademik.

“Keberhasilan ini tentu bukan milik kalian sendiri,” ujar Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi.

Abdurrahman Kasdi menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya turut diberikan kepada orang tua para wali wisudawan. “Dengan penuh kesabaran, pengorbanan dan doa tiada henti, menjadi penyangga utama perjalanan akademik putra-putri tercintanya,” tutur Rektor UIN Sunan Kudus.

Terkait tema Menuju Masa Depan Umat yang Hidup dan Berkah, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi menjelaskan umat yang hidup adalah komunitas yang tidak beku, tidak pasif, dan tidak sekadar mengulang masa lalu.

“Ia adalah komunitas yang dinamis, bernafas dengan ilmu, berdenyut dengan iman, dan bergerak maju dengan akhlak. Ia adalah umat yang mampu merespon tantangan zaman dengan kearifan, menyinari kegelapan dengan ilmu, dan membangun peradaban dengan kasih sayang. Sebagaimana prinsip Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” imbuhnya.

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Pantura Timur, lanjut Kasdi, kampus ini merujuk pada nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. dan Sunan Kudus.

“Nabi dan seorang Wali yang intelektual bukan menyebarkan ilmu dengan kekerasan. Melainkan dengan pendekatan yang santun, ideologis, dan menghargai lokalitas,”tandasnya.

Ia mengaitkan dengan konteks nama UIN Sunan Kudus mengandung makna mengajarkan kepada mahasiswa tentang prinsip tawassuth, tawazun, i’tidal, tasamuh, serta amar ma’ruf dan nahi munkar. DNA keilmuan mengintegrasikan keunggulan sains, teknologi, dan humaniora dengan nilai-nilai keislaman yang universal dan kearifan lokal yang membumi.

“Gelar Sarjana dan Magister yang kalian sandang hari ini adalah bukti dari integrasi ilmu dan agama,” jelasnya.

wisudawan terbaik peraih penghargaan sedang  foto bersama Rektor UIN Sunan Kudus

Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan tahap pembentukan fondasi. Ia pula menegaskan kepada para wisudawan sebagai agen perubahan dan problem solver. “Di pundak kalian tertumpah harapan untuk terjun langsung di tengah masyarakat, dunia kerja, dan kompleksitas masalah di tingkat akar rumput.

“Ilmu yang kalian miliki bukanlah hanya sekadar untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat, membangun kehidupan, menjadi profesional yang beretika dan menjadi sumber pencerahan di lingkungan mana pun kalian berada.”ungkapnya

Pada hari pertama, Rabu (4/2/2026), Rektor UIN Sunan Kudus berpesan kepada 1055 wisudawan yang resmi menyandang gelar Sarjana dan Magister agar menjadi alumni yang memberkahi.

“Jadilah guru yang menginspirasi, ekonom yang jujur, ahli hukum Islam yang adil, pendakwah yang kreatif, ahli agama ataupun ushuluddin yang mendalam ilmunya, bahkan menjadi birokrat yang mendalami. Bawalah semangat integrasi ilmu sains dan teknologi, serta akhlakul karimah sebagai modal utama. Keberkahan ilmu itu terletak pada sejauh mana manfaat ilmu dan manfaat kalian untuk sesama,” tutur Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi.

Khoirunnas Anfa’uhum Linnas. Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain,” lanjutnya.

Wisuda adalah tanda kelulusan dari kampus. “Jangan berhenti belajar. Jadilah para pembelajar. Orang yang menguasai dunia ini adalah orang yang pembelajar,” tandasnya sebelum menutup sambutan.

Irvan Ubaidillah, perwakilan wisudawan, turut menambahkan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen pembimbing dan penguji, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika UIN Sunan Kudus. “Terima kasih atas dedikasi, bimbingan, dan ilmu yang telah di transformasikan dengan penuh suka rela dan keikhlasan kepada kami para mahasiswa,” ucapnya.

Pada hari yang sangat menggembirakan, Irvan berpesan, “Hari ini kita diwisuda bukan berarti untuk berhenti belajar. Tetapi untuk memastikan bahwa ilmu yang kita bawa benar-benar membawa makna bagi sesama,” pungkasnya.

[Alya Zykratul Rahma, Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Prodi KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), UIN Sunan Kudus]

Comments