Pendidik NU Harus Jadi Pionir Keberlangsungan Ajaran Aswaja An-Nahdliyah

0
957
Ketua LP Ma’arif NU Jateng R. Andi Irawan menyampaiakn pengarahan dalam diklat ke-NU-an di Wonosobo

WONOSOBO,Suaranahdliyin.com – ketua LP Ma’arif NU Wonosobo Edi Rohanii menandaskan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan LP Ma’arif NU harus mampu menjadi pioneer keberlangsungan ajaran Aswaja An-Nahdliyah.

Ia menyampaikan hal itu dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Implementasi kurikulum ke-NU-an di SMK Andalusia Wonosobo, Kamis (1/9/2022).

Edi Rohani mengatakan belakangan ini dihadapkan dengan menguatnya ideologi transnasional sehingga pendidik dan tenaga kependidikan harus mampu mengawal, meneruskan dan melestarikan ajaran Aswaja.

“Tidak hanya dalam hal aqidah, namun juga dalam hal pola pikir, amaliyah dan gerakan atau Harakah.”ujar Edi yang juga sebagai Penulis buku Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan NU Wonosobo

Wakil ketua PCNU Wonosobo H. Samsul Ma’arif yang turut hadir meminta agar Aswaja betul-betul menjadi nafas gerakan dalam mengelola pendidikan. Ia menegaskan Aswaja adalah aqidah yang harus diajarkan kepada peserta didik sejak di bangku SD/MI.

“Ajaran ini juga harus dapat diteruskan ke jenjang selanjutnya hingga sampai SMA/SMK/MA.”tegas H. Samsul yang mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah R. Andi Irawan mengapresiasi LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo dalam kegiatan ini. “Walaupun baru dilantik, Ma’arif Wonosobo langsung mengadakan kegiatan penting terkait dengan Diklat kurikulum ke-NU-an.”ujarnya.

Pengasuh Darul Hadlonah Pati ini menjelaskan diklat ini dalam rangka membekali kompetensi guru Ma’arif tentang cara implementasi kurikulum ke NU an. Selain itu juga untuk menyamakan pemahaman yang benar tentang NU.

“Diklat ini sekaligus menyambung sanad keilmuan dengan para kiai di tubuh PWNU Jateng, karena kurikulum ini isinya telah ditelaah dan direstui oleh beliau-beliau.”tutur R. Andi Irawan.(Aklis,idb/adb)

Comments