RMINU Kudus Lakukan Pendataan Madin

0
365

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Sejak adanya tugas mengelola lembaga pendidikan keagamaan, Pimpinan Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kudus terus melakukan upaya pendekatan dan pendataan terhadap Madin NU. Tujuannya, untuk menata madin NU supaya bisa bergabung dibawah naungan RMINU.

Wakil ketua RMINU Kudus H. Arief Musta’in mengatakan keberadaan madin NU di kota kretek ini sebelumnya dibawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kudus. Tetapi, berdasar amanat muktamar ke-32 NU di Makasar dan ke-33 di Jombang terkait kewenangan pengelolaan pesantren dan pendidikan keagamaan, pihaknya melaksanakan koordinasi dengan PCNU dan LP Maa’arif terkait peralihan mengelola madin.

“Hasilnya, kita (RMI, PCNU dan Ma’arif-red) menyepakati Madin NU dibawah RMINU dengan memasukkan pengurus Forum Koordinasi Kepala Madrasah Madrasah Diniyyah (FK2Madin).dalam jajaran pengurus RMI yang menangani madin ke depan,”jelasnya.

BACA JUGA : Waketum PBNU: Madin Jangan Sampai Tidak Terurus

Lebih jauh Arif menerangkan RMINU memiliki tugas memberikan panduan sebagai rujukan akan ciri khas Madrasah Diniyah beridentitas NU, khususnya dalam hal kurikulum. Disamping itu, untuk mengembangkan Madin NU bercirikan Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdhiyyah dalam rangka mendidik kader-kader NU masa depan

“Karenanya, RMI selalu menghimbau kepada Madin yang berada di bawah naungan NU untuk bergabung dalam wadah RMI NU,”harapnya.

Logo resmi yang dipakai untuk madrasah diniyah NU

Dalam upaya pendataan, lanjut Arif, RMINU Kudus secara bertahap melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada madin seraya mengirimkan surat Edaran PWNU Jawa Tengah nomor PW.11/594/C/X/2017 tanggal 28 Muharram 1439 H perihal Pembenahan Pengelolaan.

“Sekarang ini, dari 252 madin di Kudus, baru 50 madin yang bergaung RMI. Tahun ajaran ini, kita targetkan sudah mencapai 100 madin NU.”imbuhnya.

Ia menegaskan komitmen RMI mendampingi madin supaya menjadi bagian lembaga  pendidikan keagamaan Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan diniyah berjenjang.

“Target utamanya, tafaqquh fiddin,  membentuk Akhlakul Karimah dan memperkuat ideologi Aswaja An-Nahdliyyah,”tegas Arif.(adb/ros)

Comments