Puasa, Tombol Restart Alami Mental yang Lelah

0
30
Santri Pondok Tasywiqul Furqon Kajeksan dalam sebuah acara penguatan literasi

Oleh: M Shofa Hasani Ananda

Pernahkah kamu merasa seperti hp yang nge-hang karena terlalu banyak membuka aplikasi?

Nah, puasa itu ibarat kita mencabut charger sebentar, mematikan sistem, dan membiarkan mesin dingin.

Secara psikologis, puasa memiliki efek “healing” yang jarang kita sadari. Beberapa manfaat puasa pada kesehatan mental antara lain:

  1. Diet dopamin

Dunia modern membuat diri kita kecanduan kesenangan yang bersifat instan. Contohnya scrolling tiktok, belanja online, atau ngemil saat bosan. Saat puasa kita berhenti sejenak dari kebiasaan “nyampah” itu.

Efeknya, otak kita belajar bahwa kita tidak butuh pada hal-hal untuk merasa bahagia. Ini adalah cara terbaik untuk mengurangi kecemasan akibat ketergantungan pada kesenangan sesaat.

  1. Memperbaiki kualitas fokus

Mungkin di jam-jam awal puasa kita merasa lemas. Tetapi setelah tubuh beradaptasi , energi yang habis digunakan untuk mencerna makanan kini dialihkan ke otak.

Banyak orang merasa lebih jernih berpikir saat berpuasa. Fokus yang tajam ini dapat membuat kita merasa lebih berdaya dan mengurangi rasa overhelmed (kewalahan) terhadap tugas harian.

  1. Koneksi spiritual dan rasa syukur

Kesehatan mental bukan Cuma sekedar soal hormon, tetapi soal makna hidup. Puasa membuat kita merasakan apa yang dirasakan orang yang kurang beruntung.

Rasa empati ini memicu homon oksitosin (hormon kasih sayang). Di saat kita merasa terhubung dengan orang lain atau Tuhan, rasa kesepian dan hampa ya sering memicu depresi dapat berkurang drastis.

Puasa bukan merupakan siksaan untuk badan tetapi hadiah untuk jiwa. Dengan menahan lapar, kita justru memberi makan pada ketenangan jiwa. (*)

M Shofa Hasani Ananda,

Penulis adalah santri Pondok Pesantren Tasywiqul Furqon Kajeksan, Kota, Kudus

Comments