Gelar Latihan Guru Madin, RMINU Jateng Perkuat Pengkaderan Aswaja

0
289
Ketua RMINU Jateng KH.Nur Machin, Ketua PWNU Jateng HM.Muzammil dalam pembukaan Training of Trainer di Magelang

MAGELANG<SUaranahdliyin.com – Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengadakan Training of Trainer (ToT) guru madrasah diniyah di Komplek Asrama Perguruan Islam (API),Tegalrejo Magelang. Sebanyak 80 peserta dari perwakilan PC RMI PCNU se-jawa tengah mengikuti pelatihan yang berlangusng selama empat hari Selasa-Jum’at (7-10/6/2022).

Ketua RMI NU Jawa Tengah K.H. Nur Machin Chudlori mengatakan ToT merupakan upaya peningkatan kemampuan guru madrasah diniyah guna memperkuat pengkaderan Aswaja. Harapannya, guru madin mampu menanggulangi persoalan pengajaran aswaja di madrasah-madrasah diniyah yang belakangan dirasa kurang menarik.

“Aswaja penting diajarkan ke anak didik kita,”ujarnya menyambut para peserta Training of Trainer (ToT) di kediamannya, kompleks Asrama Perguruan Islam (API), Tegalrejo, Magelang pada Selasa (7/6/2022) kemarin.

Kiai Nur Machin menegaskan bahwa penyampaian dalam pengajaran Aswaja ini tidak bisa ditampilkan dalam wujud biasa-biasa saja, apalagi ala kadarnya. Pengajaran soal ini haruslah ditampilkan dalam bentuk yang menarik dan relevan.

“Gimana caranya mengajarkan ahlusunnah wal jamaah dengan cara yang menarik,”tambahnya

Dalam pelatihan ini, RMI Jawa Tengah berharap guru madrasah diniyah bisa memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Sehingga madrasah diniyah tidak terkesan kuno dan ketinggalan zaman.

“Dengan demikian, madin bisa bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan keislaman lainnya yang mulai menjamur di Indonesia.,”tegas Kiai Nur  Machin.

Ditegarkan, madin bisa menjadi pintuk masuk calon santri ke pesantren sekaligus menjadi lading perjuangan khidmah alumni pesantren.Karenanya, RMI mengusahakan integrasi madin dan pesantren baik dari kurikulum, nilai dan tradisi.

“Pada tahap jangka panjang diharapkan para santri madin bisa terintegrasi secara kemampuan dasar dengan pesantren, sehingga tidak sampai lulusan madin harus mengulang kelas di pondok pesantren,”tandas Kiai Machin.

Dalam ToT ini, 27 cabang RMI se-Jateng yang mengirimkan delegasinya yakni Kota Semarang, Kab. Semarang, Demak, Kendal, Kota Salatiga, Jepara, dan Rembang. Kemudian RMI Grobogan, Kota Surakarta, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Kab. Pekalongan, Batang, Pemalang, Kota Magelang, Kebumen, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. (zul/adb,,ros)

Comments