
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Rasa duka atas kepulangan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Hj. Margaret Aliyatul. Maimunah terlihat masih menyelimuti kader Fatayat NU Undaan Kudus. Dalam acara khotmil Qur’an yang diselenggarakan Pimpinan anak cabang Fatayat NU kecamatan Undaan Rabu sore (4/3/2026), sedikitnya 100 kader melantunkan doa bersama untuk almarhumah Hj. Margaret yang wafat 1 Maret lalu.
Acara yang bertempat di Kampung Resto Sawah Undaan lor ini, diawali dengan muqoddaman khotmil Qur’an yang dipimpin Ely Fatmawati (koordinator bidang Dakwah dan Pendidikan), dilanjutkan dengan amalan tahlil Lilik Ernawati (sekretaris PAC Fatayat Undaan) dan doa Uswatun Hasanah (Ketua Ranting Lambangan). Secara khusus, Tahlil dan doa dikirimkan untuk arwah almarhumah.
“Alhamdulillah, antusias semua pengurus dan para utusan tiap ranting dan anak ranting dalam doa bersama ini. Semoga doa kami untuk almarhumah Hj Margaret diterima mengingat perjuangan beliau yang luar biasa untuk Fatayat NU,”ujar Wakil Ketua PAC Fatayat NU Undaan Noor Marya Hidayati.
Marya mengaku sangat berat kehilangan sosok Hj. Margareth yang sangat diidolakan. Dikatakan, almarhumah telah banyak menginspirasi kader Fatayat terutama di pac undaan sebagai pemacu semangat untuk tidak mengenal lelah dalam berjuang sampai titik penghujung umur.
“Melihat semangat beliau inilah, seluruh kader merasakan duka mendalam dengan melantunkan doa bersama yang dihadiahkan untuk almarhumah,”ujar Mariya yang juga sekretaris PC Fatayat NU Kudus.y
Pembina PAC Fatayat NU Undaan Choriroh mengajak seluruh fatayat yang hadir untuk mendoakan juga ketua PAC Fatayat NU Undaan Hj. Zulaikhah yang masih ikhtiyar dalam pengobatan pasca kecelakaan.
“Semoga sahabat kita hj. Zulaikhah segera diberikan kesembuhan agar dapat bersama-sama kita lagi melanjutkan dan merealisasikan program-program di masa khidmah ini dengan keadaan sehat wal ‘afiyat,” ucap Choriroh diamini seluruh yang hadir.
Tepat di penghujung acara, azan berkumandang dan semua yang hadir menikmati hidangan buka bersama dengan suasana syahdu dan penuh keceriaan. Saat berbuka, mereka mendengarkan bersama tausiyah dari PC Fatayat NU Kudus dalam program SASET (Senja Sebelum Tarawih) yang diputar di radio setempat.(ely f/adb)





































