Penting, Bekal Pemahaman Moderasi Beragama untuk Komunitas Pendidikan

0
36
Ketua IPARI Brebes KH. Mu’min mengisi acara Pesantren Ramadan SMKN 1 Bulakamba

BREBES,Suaranahdliyin.com – Bekal pemahaman moderasi beragama sangat penting untuk komunitas pendidikan (pelajar). Karena sesungguhnya lembaga pendidikan menjadi garda terdepan untuk mewujudkan generasi yang memahami agama secara moderat.

Demikian yang diungkapkan Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes, KH Mu’min Syafiq Lc pada kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H di SMKN 1 Bulakamba, Kamis (5/3/2026).

Menyampaikan materi moderasi beragama, KH. Mu’min menilai munculnya pemahaman ekstrim kanan dan kiri yang bersumber dari media sosial atau lainnya, karena mereka (pelajar) tidak memiliki bekal pemahaman keagamaan washatiyah.

“Indonesia terdiri dari 6 agama resmi , ratusan suku dengan beragam budaya dan bahasa. Keragaman ini harus kita hargai sebagai sumber kekayaan bangsa yang harus kita jaga. Meski ancaman konflik antara agama menurun akan tetapi kita harus menjaga dengan memahami Islam yang moderat.”ujarnya.

Hal ini, kata dia, sangat penting untuk komunitas pelajar, mengingat secara psikologis pelajaran dengan usia muda tentu serba ingin tahu.
“Kalau masuk kepada wilayah keagamaan maka tidak boleh terjebak kepada pemahaman yang ekstrim,” kata KH Mu’min.

Bagi generasi muda, alumni Al Azhar University  Mesir menekankan pentingnya bekal pemahaman keagamaan yang moderat. Pemuda atau pelajar diharapkan menjadi agen perubahan untuk melakukan sosialisasi dan diskusi terkait dengan moderasi Beragama.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dibutuhkan sikap toleransi dan membangun kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.”tandas KH.Mu’min.

Ketua Bidang Dakwah,Seni dan Syiar Islam PD DMI Kab Brebes ini juga menyoroti tantangan Moderasi Beragama di Indonesia. Pengaruh medsos yang begitu dasyat dan kehidupan ekonomi dan politik menjadi tantangan tersendiri yang harus kita sikapi dengan bijak.

“Perbedaan tafsir teks keagamaan juga menjadi pemicu terhadap pemahaman yang ekstrim atau radikal.”ungkap KH. Mu’min.

Melalui pemahaman moderasi Beragama yang ditanamkan kepada generasi terpelajar, lanjut dia, akan menangkal radikalisme atas nama agama. “Moderasi Beragama menjadi benteng utama untuk mengokohkan nilai nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”imbuh Wakil Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center Kab Brebes ini

Sebelum sesi materi Moderasi Beragama, kegiatan Pesantren Ramadhan di SMKN 1 Bulakamba dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah Mas Rudiyanto Tampak hadir dalam pembukaan , Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center Kab Brebes, Akhmad Sururi beserta dengan beberapa Nara sumber dari alumni Pesantren .(Sururi/adb)

Comments