ASPIRASI Ajak Masyarakat Kembali Bersatu Bangun Pati 

0
69
Perwakilan berbagai organisasi dan masyarakat foto bersama usai ikut memngawal sidang putusan kasus Botok dan Teguh di Pati

PATI, Suaranahdliyin.com – Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI), salah satu organisasi pendukung Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), selalu aktif mengawal gerakan masyarakat Pati sejak pra 13 Agustus 2025 lalu.

Komitmen ASPIRASI itu tak luntur, sampai detik-detik vonis Mas Botok dan Pak Teguh, ikon perjuangan Pati. “Alhamdulillah, dukungan ASPIRASI tidak berakhir sia-sia. Kemenangan rakyat Pati terwujud. Keadilan dan supremasi hukum di Pati, akhirnya juga bisa terwujud,” tutur Gus Tomy Roisunnasih.

Menyitir hadis Rasulullah: “Hakim itu ada tiga: dua di neraka dan satu di surga. Hakim yang memutuskan hukum dengan tidak benar, sedangkan ia mengetahuinya, maka ia di neraka. Hakim yang tidak mengetahui kebenaran (jahil), sehingga ia menghilangkan hak orang lain, maka ia pun di neraka. Hakim yang memutuskan hukum dengan kebenaran, maka ia di surga”. (HR. At-Tirmidzi).

Gus Tomy pun berkeyakinan, majelis hakim yang kemarin memutuskan perkara Mas Botok dan Pak Teguh, masuk pada golongan ketiga.

“Kami memberikan apresiasi positif atas putusan yang memberikan rasa keadilan bagi warga Pati. Tidak bisa kami bayangkan, jika vonis kemarin memutuskan hukuman yang berat sebagaimana tuntutan dan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), karena fakta persidangan jelas membuktikan dakwaan JPU tidak tepat. bahkan terkesan dipaksakan,” tutur Gus Tomy menambahkan.

Presidium ASPIRASI itu pun berharap kepada segenap warga Pati, agar kembali Bersatu. Hilangkan kubu-kubuan Pati Utara, Pati Selatan, Pati Timur, Pati Barat dan lainnya. Sekarang ini yang ada adalah warga Pati yang bersatu, cinta damai, santun, dan senantiasa mengedepankan akhlaqul karimah.

“Mari kita bangun bersama Kabupaten Pati ini dengan tetap melakukan kontrol terhadap pemerintah. Untuk Mas Botok dan Pak Teguh, terima kasih kami ucapkan, telah menjadi spirit bagi warga Pati untuk menyuarakan kebenaran. Sejarah tokoh Pati adalah sejarah perlawanan, bukan orang-orang yang mudah menyerah, salah satunya waliyullah Mbah Ahmad Mutamakkin Kajen, seorang wali sekaligus pejuang yang berani mengatakan kebenaran di depan pemerintah pada zamannya,” tuturnya.

Sementara Koordinator Lapangan ASPIRASI, Cak Ulil, berharap, semua stakeholder pemerintah Kabupaten Pati baik dari eksekutif, legislatif, hingga aparat keamanan supaya bisa menjadi teladan bagi rakyat. (rls/ ros, adb, gie, rid)

Comments