Dari Apel Banser Kesiapsiagaan Bencana GP Ansor Boyolali
Wasekjend PP GP Ansor Sebut GP Ansor Khadimul Ummah

0
337
Sambutan Bupati Boyolali dalam Apel Banser Kesiapsiagaan Bencana PC GP Ansor Boyolali

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor beserta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Badan Otonom (Banom) lainnya, merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang terdidik melalui proses pendidikan di masing-masing banom. Banser bahkan dididik khusus untuk menjadi kader inti GP Ansor, sehingga memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan lainnya.

“Tugas dan amanat di pundak kita, tidak kecil dan tidak mudah. Adalah GP Ansor tahun ini membuat tema ‘Berkhidmat Tanpa Batas’. Seperti halnya GP Ansor – Banser dan NU, adalah bagian dari masyarakat dan punya tugas kepada masyarakat. Kalau boleh saya katakan, sebenarnya kita adalah khadimul ummah, pelayan masyarakat,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Ulil Arham.

Dia menyampaikan hal itu saat menjadi inspektur Apel Banser Kesiapsiagaan Bencana Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Boyolali, di Alun-Alun Boyolali, Ahad (22/5/2022) lalu. Dia berharap, setelah terdidik menjadi Banser, maka tidak diam. Pasalnya, banyak tugas di masyarakat yang harus dilalui.

“Di Banser ada unit-unit tertentu, yang tugasnya mengurus masyarakat. Seperti Banser Tanggap Bencana (Bagana) mengurusi kebencanaan bekerja sama dengan BPBD, Banser Lalulintas (Balantas) mengurusi lalulintas, dan banyak lagi lainnya. Unit-unit ini dibentuk, dalam rangka berkhidmah melalui NU atau GP Ansor,” katanya.

Menurutnya, ada dua tugas sebagai kader NU dan kader bangsa. Pertama, menjaga dan mengembangkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) Annahdliyah. Jangan sampai masyarakat terjerumus pada kelompok-kelompok yang tidak berpaham Aswaja Annahdliyah. Kedua, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pekerjaan rumah GP Ansor ke depan tidak mudah. Jumlah yang banyak, tidak menentukan kebesaran kita. Tetapi harus diikuti dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di internal GP Ansor. GP Ansor dan Banser merupakan generasi muda NU dan masa depan NU. Jadi ketika generasi mudanya semangat dan barisannya rapi, saya yakin NU di Kabupaten Boyolali 4-5 tahun ke depan akan berkembang baik,” tuturnya.

Banser, tegas, sigap dan trengginas.

Lebih lanjut, mengutip Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, Ulil Arham menjelaskan, GP Ansor dan Banser merupakan organisasi satu komando dan satu barisan. “Tentunya hari ini, apel Banser di Kabupaten Boyolali dalam rangka menertibkan barisan yang ada di GP Ansor dan Banser. Instruksi ketua umum dari PP harus ditaati dan diikuti semua jajaran sampai tingkat ranting,” tandasnya.

Bupati Kabupaten Boyolali, M Said Hidayat, pada kesempatan itu mengajak peserta apel lebih menyintai negeri. “Kita jaga NKRI dengan semangat persatuan dan kesatuan yang tertanam dalam diri kita bersama. Terus menjaga toleransi satu sama lain. Jaga semangat persatuan. Kita berdiri di atas Negara ini berbeda-beda, tetapi kita tetap satu kesatuan,” ungkapnya.

Dia menekankan, walaupun berbeda-beda tapi tidak membedakan ketika menangani persoalan kebencanaan. “Ketulusan kita semua tentunya akan menyejukkan masyarakat Boyolali. Menyejukkan ruang hati kita bersama untuk terus membangun bersama Kabupaten Boyolali,” paparnya.

Maka Bupati pun meminta untuk terus melangkah bersama, menata bersama penuh totalitas, dengan langkah kebersamaan dan saling menghormati. “Karena di mana kita berdiri untuk apel hari ini. Di ruang lingkup ini berdiri lima tempat ibadah yang menunjukkan Kabupaten Boyolali hidup penuh kerukunan dan menjunjung tinggi toleransi,” katanya.

Kader GP Ansor – Banser mengikuti Apel Banser Kesiapsiagaan Bencana PC GP Ansor Boyolali, baru – baru ini

Sementara Ketua PC GP Ansor Boyolali, Husein Ahmadi, menyampaikan, tamu undangan dan peserta apel yang hadir tak kurang dari 3000 peserta. Pihaknya berharap, para pemimpin di Boyolali mendapatkan kekuatan lahir batin, sehingga bisa memimpin masyarakat dengan damai, sehingga ‘Boyolali Tersenyum’ akan benar-benar terwujud. (siswanto ar/ ros, adb, gie, rid)

Comments