​RMI PBNU Deklarasikan Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” di Pasuruan, ini Targetnya

0
50
Gus Yahya menyampaikan sambutan

​PASURUAN, Suaranahdliyin.com – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU resmi meluncurkan Kampanye Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” di Pondok Pesantren Al Yasini, Pasuruan, Jawa Timur.

Mengusung jargon “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan,” gerakan ini diinisiasi sebagai langkah konkret dunia pesantren dalam menjamin lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, serta ramah anak.

​Rangkaian acara yang berlangsung intensif sejak 1 hingga 2 Juni 2026 ini mempertemukan seluruh ekosistem pesantren, mulai dari jajaran Pengasuh, Pengurus, Dewan Guru, Musyrif/Musyrifah (pembimbing asrama), hingga ribuan santri.

​Santri: Amanah yang Harus Dijaga

​Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa tugas utama institusi pesantren adalah menjaga kemaslahatan umat serta mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia. Menurutnya, pelindungan terhadap santri merupakan hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar.

​”Santri merupakan amanah Allah yang dititipkan kepada pesantren untuk dididik, dibimbing, serta dijaga keselamatan, kehormatan, dan masa depannya. Mewujudkan Pesantren Aman adalah bagian mutlak dari khidmah tersebut,” tutur Gus Yahya dalam arahannya.

​Gus Yahya mengutarakan, PBNU berkomitmen penuh untuk membangun sistem pengawasan yang terstruktur dari tingkat pusat hingga daerah guna memastikan lingkungan pesantren tetap menjadi ruang yang aman dan sehat bagi anak.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev, menyatakan bahwa gerakan nasional ini dirancang untuk melampaui sekadar aspek seremonial belaka. Melalui konsolidasi para pengasuh, RMI ingin membangun benteng pertahanan internal yang kuat dari segala potensi kekerasan.

​“Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu dan membangun masa depannya,” katanya.

Sedang Ketua SAKA PBNU, Nyai Hj Alissa Wahid, menyoroti pentingnya penanganan yang menyeluruh di dalam institusi pendidikan Islam, mulai dari mitigasi hingga pemulihan.

​”Kita harus menggarisbawahi pentingnya aspek pencegahan, penanganan cepat, dan pemulihan terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan Islam,” tegas Alissa Wahid.

​Di tingkat implementasi lapangan, Sekretaris RMI PBNU, Gus Ulinuha, menjelaskan bahwa pasca-deklarasi ini pihaknya menargetkan adopsi pakta integritas oleh sedikitnya 1.000 pesantren yang bernaung di bawah RMI. Kampanye ini juga diproyeksikan akan dikawal secara ketat melalui indikator yang terukur agar menjadi agenda wajib berkala.

​Edukasi Santri, Penyusunan SOP dan Penanganan Korban

​Gerakan nasional ini tidak hanya berhenti pada pembacaan ikrar deklarasi, melainkan langsung diwujudkan dalam serangkaian pembekalan edukatif yang komprehensif:

​Edukasi Seksual dan Digital bagi Santri: Santri putri dibekali Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bersama Ning Nuvis dan Tim Nawaning untuk memahami kesehatan reproduksi dan batasan diri. Di sisi lain, santri putra mengikuti Pelatihan Santri Cakap Media bersama Gus Abdulloh Hamid untuk literasi digital yang sehat.

Foto bersama di sela deklarasi Pesantrenku Aman

​Pelatihan Pengasuh Asrama: Dewan guru dan pengasuh asrama mengikuti pelatihan intensif bersama pakar anak seperti Pak Marzuki Wahid dan Pak Maphur. Pelatihan ini difokuskan pada psikologi perkembangan anak serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan dan pendampingan korban kekerasan.

​Halaqoh Pengasuh: Pertemuan ilmiah ilmiah para pengasuh pesantren se-wilayah Pasuruan bersama KH Miftah Faqih dan KH Agus Muhammad untuk menyamakan visi pengasuhan berbasis hak dan kemaslahatan anak.

​Momentum puncak yang dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta itu, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta pembacaan naskah deklarasi secara khidmat. Setelah pembukaan di Jawa Timur, roadshow Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” direncanakan akan terus bergerak menyambangi berbagai wilayah lain di Indonesia. (rls, hib/ mid, ros, adb).

 

Comments