Obituari
Kiai Arnanto, Pejuang NU dan Pembelajar yang Penuh Dedikasi

0
189
Kiai Arnanto (tengah) dalam foto kenangan bersama teman – temannya/ Foto: istimewa

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Inna lillahi wainna ilaihi raajiuun. Warga Nahdliyyin Dawe berduka. Salah satu putera terbaiknya, Kiai Arnanto, Bendahara MWC NU Dawe, wafat pada Ahad (23/01/2022) sekira pukul 13.00 WIB.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, Kiai Arnanto sebelum meninggal sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari. Semasa hidupnya, Kiai Arnanto merupakan seorang aktivis NU yang penuh dedikasi. Ia merupakan sosok pejuang NU yang gigih dalam menjaga NU di lingkungannya, Desa Rejosari.

Sebelum menjadi bendahara MWC NU Dawe, Kiai Arnanto mengabdi sebagai ketua Tanfidziyyah ranting Rejosari. Ia juga mengemban amanah sebagai kepala TPQ Raudhatul Athfal Pohdengkol Rejosari. Tidak hanya itu, ia juga berkhidmah di Masjid Attaqwa Rejosari sebagai ketua takmir.

Kecintaannya kepada agama membawanya sekolah di MTs NU Miftahul Falah Cendono Dawe. Untuk menambah dan memperdalam ilmu agama, kemudian ia melanjutkan ke Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus.

KH Ahmad Arwan, dalam sambutannya mewakili keluarga, menyatakan, bahwa ia mengajar almarhum Kiai Arnanto sejak di MTs Miftahul Falah sampai di MA TBS. Kiai Arnanto termasuk murid yang rajin belajar. “Piyembake tiyang sahe,” kenang Kiai Arwan.

Sugeng kondur Pak Kiai Arnanto. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal-amal kebaikannya, dan melapangkan kuburnya. Aamiin. Lahul Fatihah. (moh ali nuhin/ rid)

Comments