KH. Joko Murjito, Tak Ingin Diistimewakan Ikuti PKD – Diklatsar

0
467
Tim instruktur memberikan semangat kepada peserta PKD – Diklatsar meneriakkan yel-yel.

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP. Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser selalu diikuti peserta dri ragam latar belakang; Petani, aparatur sipil Negara (ASN), kiai, mantan napi, pemulung, guru, dosen, mantan preman, dan kiai.

KH. Joko Murjito (57), contohnya. Ketua Tanfidziyah Majlis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Sambi ini, belum lama ini mengikuti tiga hari penuh Diklatsar Banser di Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Trosobo, Dukuh Grenjeng, Desa Trosobo, Sambi, Boyolali, 20 – 22 September lalu.

Kendati seorang kiai dan kini sedang studi Program Doktor, Joko yang juga dosen UNU Surakarta ini tidak canggung berbaur dengan peserta lain. Semua materi yang disajikan tim instruktur, diikutinya dengan sepenuh hati.

Dalam sambutannya dalam pembukaan PKD – Diklatsar, dia pun berpesan agar dia tidak diistimewakan dengan posisinya. “Dengan mengikuti PKD – Dikatsar ini, saya justru mendapat semangat baru untuk berkhidmah melalui wadah GP. Ansor,” kata KH. Joko Murjito.

Gus Husein Ahmadi, Ketua PC. GP. Ansor Boyolali, mengemukakan, keikutsertaan KH. Joko Murjito mestinya menjadi teladan bagi kader GP. Ansor – Banser dan menambah semangat peserta lain dalam mengikuti PKD dan Diklatsar yang diikuti sebanyak 184 peserta itu.

‘’Beragam latar belakang peserta yang mengikuti PKD –  Diklatsar, menjadi penanda citra GP. Ansor – Banser yang baik, senantiasa diterima dan dicintai banyak kalangan,’’ terang Gus Husein Ahmadi. (heri, khafidz, sis, miftah/ adb, ros, rid)

Latihan fisik peserta Diklatsar Banser di Boyolali.
Comments