
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Yayasan Pendidikan Islam Kyai Telingsing (YPIKT) Kudus menggelar Seminar Peran Organisasi Sosial Keagamaan dalam Menjaga NKRI, Ahad (23/11/2025). Bertempat di Aula YPIKT Sunggingan, kegiatan ini diikuti oleh para guru serta tokoh masyarakat setempat.
Hadir sebagai pembicara, Kesbangpol Kudus Andrias Wahyu Adi Setiawan, Kapolsek Kota AKP Subkhan. Danramil Kota Kapten Indro Warman dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, H. Shony Wardana.
Dalam materi yang disampaikan, Shony Wardana menegaskan bahwa Indonesia yang memiliki keragaman suku, agama, ras, budaya, hingga cara pandang masyarakat memerlukan peran aktif organisasi sosial dan keagamaan sebagai pilar pemersatu bangsa.
“Keberagaman merupakan kekuatan besar jika dikelola dengan baik, namun juga dapat menjadi sumber kerawanan bila tidak dibarengi dengan kesadaran menjaga toleransi dan kerukunan.”ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ormas tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas keagamaan, tetapi memiliki peran luas dalam pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, pembinaan moral, hingga pelayanan sosial. Melalui sekolah, pesantren, madrasah, dan berbagai lembaga binaan, ormas secara aktif menanamkan nilai Pancasila, cinta tanah air, serta moderasi beragama kepada generasi muda.
“Upaya ini menjadi benteng penting dalam mencegah perpecahan dan menjaga keutuhan NKRI.”tegas Shony.
Selain pendidikan, lanjut Shony, ormas juga berperan besar dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan, seperti membantu korban bencana, program pengentasan kemiskinan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Kiprah tersebut memperkuat ketahanan sosial yang berdampak langsung pada stabilitas nasional.
“Di samping itu, ormas selama ini menjadi mediator efektif dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, memfasilitasi dialog lintas kelompok, serta mencegah munculnya gesekan sosial.”katanya.
Shony Wardana turut menyoroti peran ormas dalam membentengi masyarakat dari radikalisme, ekstremisme, dan intoleransi. Kedekatan ormas dengan masyarakat akar rumput membuat mereka lebih mudah diterima dalam menyampaikan dakwah moderat dan nilai kebangsaan.
“NU dan Muhammadiyah sebagai dua ormas besar yang telah lama menjadi teladan dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pendidikan, layanan kesehatan, gerakan sosial, serta dakwah yang menekankan toleransi.”imbuhnya memberi contoh ormas.
Meski memiliki potensi besar, Shony menyebut bahwa ormas juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya paham radikal, ketimpangan sosial-ekonomi, identitas sektoral yang semakin menguat, hingga maraknya hoaks dan provokasi di media sosial. Minimnya sinergi antara ormas, pemerintah, dan masyarakat juga menjadi kendala yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
“Penguatan strategi peran ormas ke depan perlu didorong melalui sejumlah langkah, di antaranya memperkokoh pendidikan kebangsaan berbasis keagamaan, mengembangkan program sosial yang inklusif, mengarusutamakan dakwah moderat, memperluas kerja sama dengan pemerintah, serta meningkatkan program pencegahan radikalisme secara komprehensif,” tutup Shony dalam paparannya.
Ketua YPIKT Tarjono mengungkapkan Yayasan akan selalu berusaha menjalin kerja sama syiar Islam rahmatan Lil alamin dan membangun komitmen bersama pemerintah serta pejabat terkait penting nya menjaga NKRI, hidup sosial , pengembangan ekonomi masyarakat dan pentingnya hidup harmonis aman.
Usai seminar acara dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus YPIKT masa hidmah 2025-2030. (Yuliana/adb)








































