Innalillahi, Ketum PP Fatayat NU Hj. Margareth Tutup Usia

0
254
Almarhumah ketum PP Fatayat NU Hj. Margareth Aliyatul Maimunah

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Suasana duka menyelimuti keluarga besar Fatayat Nahdlatul Ulama seluruh Indonesia. Ketua Umum PP Fatayat NU sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Hj. Margareth Aliyatul Maimunah, meninggal dunia pada Ahad (1/3/2026) pukul 08.25 WIB di RSUP Fatmawati.

Dari informasi yang diterima Suaranahdliyin.com, Almarhumah sempat menjalani perawatan sejak 16 Februari 2026. Sebelum sakit, istri KH.Abdullah Masud ini masih menghadiri Rapat Anggota Tahunan INKOP YASMIN Fatayat NU pada 15 Februari 2026 di Kantor PP Fatayat NU, Jakarta.

Jenazah akan disemayamkan dan disalatkan di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah Salat Zuhur, jenazah buyut KH.Bisri Syansuri (ulama pendiri NU) ini diberangkatkan ke Kabupaten Jombang dan dimakamkan di Pemakaman Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Kepergian sosok yang lahir 11 Mei 1979 tersebut meninggalkan duka mendalam bagi kader Fatayat di seluruh Indonesia. Ucapan bela sungkawa dan doa untuk almarhumah mewarnai. hampir seluruh media sosial termasuk akun kader Fatayat NU di Kudus.

FOTO Kenangan, Almarhumah Hj. Margareth Aliyatul Maimunah (tengah berkacamata) saat bersama kader Garfa Kudus saat menghadiri konfercab Fatayat NU Kudus

Ketua PC Fatayat NU Kudus, Hj. Farida, mengaku tidak menyangka wafatnya sang ketua umum berlangsung begitu cepat.

“Beliau dikenal sebagai sosok yang energik dan kuat, terus berjuang melawan sakit demi kesembuhan. Saya bersaksi bahwa Mbak Margaret adalah perempuan shalihah yang senantiasa mengayomi seluruh kader Fatayat,” ujarnya.

Menurut Farida, almarhumah meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya perempuan mengambil peran dalam berbuat kebaikan dan memberi manfaat bagi sesama. Ia menambahkan, keluarga besar Fatayat NU Kudus merasa sangat kehilangan sosok yang teduh dan menenangkan dalam memberikan nasihat serta arahan berorganisasi.

“Senyum hangat dan kelembutannya akan selalu kami kenang,” katanya.

Foto kenangan, ketum PP Fatayat NU Hj. Margareth Aliyatul Maimunah (jilbab pink) bersama kader Fatayat kecamatan saat di Kudus

Pernyataan duka juga disampaikan Pembina Fatayat Kudus, Nik Hayati, yang juga Ketua PC Fatayat NU Kudus periode 2019–2024. Ia menyebut wafatnya almarhumah sebagai kehilangan besar bagi kader Fatayat. “Beliau selalu menguatkan dan memberi motivasi bahwa setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan,” tuturnya.

Nik Hayati mengenang semangat almarhumah yang tidak pernah surut meski kondisi kesehatan sempat menurun pada beberapa bulan terakhir. “Di tengah kondisi tersebut, semangatnya untuk terus hadir dan berkhidmat tidak pernah padam,” ujarnya.

Kedua tokoh Fatayat Kudus tersebut mendoakan semoga seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhumah diterima Allah Swt., diampuni segala khilafnya, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan teladan bagi kader Fatayat di seluruh Indonesia.(Yuliana/adb)

Comments