
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Padurenan Gebog Kudus menggelar kegiatan Khotmil Qur’an di aula Karang Taruna desa setempat, Jum’at lalu (6/3/2026). Acara diikuti oleh seluruh anggota Fatayat NU Ranting Padurenan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta secara bersama-sama membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an hingga khatam. Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa khotmil Qur’an yang dipanjatkan khusus untuk almarhumah Hj. Margareth Aliyatul Maimunah serta para ahli kubur dari keluarga besar Fatayat NU Ranting Padurenan yang telah wafat.
Ketua PR Fatayat NU Padurenan, Mufarikhah, mengatakan bahwa kegiatan khotmil Qur’an ini sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada almarhumah Ketua Umum PP Fatayat NU yang wafat pada Ahad Pahing, 1 Maret 2026, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 H. Kepergian almarhumah, menurutnya, menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Fatayat NU.
“Kepergian beliau menjadi duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Fatayat NU, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melanjutkan perjuangan dan pengabdian beliau dalam membesarkan organisasi serta mengabdi kepada umat,” tuturnya.
Mufarikhah menjelaskan pada acara ini juga untuk melengkapi kepengurusan Fatayat NU Ranting Padurenan masa khidmat 2026–2029. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur organisasi agar semakin solid dan aktif.
“Harapannya kepengurusan baru mampu menjalankan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi perempuan dan generasi muda Nahdlatul Ulama di Padurenan.”ujarnya.
Ia berharap seluruh anggota Fatayat NU Ranting Padurenan ke depan semakin semangat dalam berorganisasi dan aktif dalam berbagai kegiatan.
“Organisasi Fatayat NU bukan hanya sekadar wadah berkumpul, tetapi juga tempat untuk belajar, berjuang, dan mengabdi bersama dalam memperkuat peran perempuan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Fatayat NU Ranting Padurenan, Khozainul Muna, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Momen tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di antara para anggota.
“Suasana kebersamaan sangat terasa ketika para sahabat Fatayat NU Ranting Padurenan berkumpul dalam suasana kekeluargaan saat berbuka puasa bersama,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah.
“Semoga setiap doa yang dipanjatkan dan setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca menjadi amal jariyah bagi almarhumah dan seluruh ahli kubur yang didoakan,”harap Khozainul Muna (Muslikhatul Izza/Yul)



































