IAIN Kudus dan SMK Duta Karya Tanam Bibit dan Bersih Sampah di Jalur Pendakian Natasangin

0
221
Wisnu Bayu Murti (Baju hitam, mengangkat dua bibit pohon)

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Mendaki menjadi salah satu aktivitas yang menantang kawula muda untuk menumbuhkan kepedulian alam. Setidaknya kesan itulah yang ingin disampaikan oleh sejumlah mahasiswa dari IAIN Kudus dan siswa SMK Duta Karya belum lama ini. Pasalnya mereka tidak hanya mendaki, tetapi juga sembari menanam bibit dan membersihkan sampah sebagai bentuk rasa peduli.

“Belakangan peminat muncak (aktivitas mendaki-red) meningkat, tapi tidak disertai kepedulian terhadap alam sehingga banyak meninggalkan jejak negatif seperti perusakan dan sampah yang betebaran,” kata Mahasiswa IAIN Kudus Wisnu Bayu Murti sebagai koordinator aksi.

Ia menambahkan, aksi yang ia lakukan bersama rekannya ini sebagai wujud penegasan bahwa mendaki adalah aktivitas memperbaiki, bukan sebaliknya merusak alam lalu pergi. Untuk itu, kata dia, sengaja menjalin kerjasama dengan siswa SMK dan sederajat agar mereka kenal dan paham bagaimana merawat alam sedari awal.

“Supaya kelak tidak asal ikut-ikutan muncak dan menambah masalah kerusakan yang tidak kita inginkan,” imbuh Mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Alam IAIN Kudus ini.

Dalam aksinya itu, Wisnu dan kawan-kawan membawa 16 bibit pohon beringin dan kepuh. Selain itu, mereka juga membawa bibit bunga yang mudah dibawa. “Sebenarnya ada 30 bibit, tetapi karena massa kami terbatas dan medan yang menanjak, kami hanya mampu membawa sejumlah itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, aktivitas pendakian itu juga sekaligus mengenali ragam flora dan fauna Muria. Menurutnya, itu penting diketahui oleh kawula muda untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya merawat ekosistem Kawasan Muria, utamanya hutan dan puncak.

“Jadi, sambil belajar itu, naiknya kami bawa bibit pohon dan menanam, turunnya kami bawa sampah, hasil pungutan sepanjang jalan,” jelas Wisnu. (rid/ros, adb)

Comments