
TEBO JAMBI, Suaranahdliyin.com – Ribuan jama’ah santri, wali santri, tokoh masyarakat, dan warga dari berbagai daerah memadati lingkungan pondok Raudhotul Mujawwidin, Rimbo Bujang, Tebo, Ahad (21/12/2025) ini. Mereka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-30 Ponpes Raudhotul Mujawwidin, Haul Muassis, dan Tasyakuran Khotmil Qur’an.
Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Raudhotul Mujawwidin Nyai Hj. Al Barokah dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga tradisi Al Qur’an yang telah menjadi pondasi utama pesantren sejak awal berdiri. Ia mengharapkan dengan tema harlah tahun ini benar-benar diwujudkan dalam praktik pendidikan sehari-hari,
“Semoga dapat melestarikan Al Qur’an yang sudah menjadi pondasi Raudhotul Mujawwidin, baik dari cara bacaan maupun dalam tulisan,” ujarnya.
Sementara KH. Muhammad dalam tausiyahnya, beliau mengajak jama’ah untuk menata tujuan hidup dengan memperbanyak amal jariyah sebagai bekal akhirat. Menurutnya, kehidupan dunia bersifat sementara, sementara amal kebaikan akan terus hidup meski jasad telah tiada.
“Ada tiga amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah wafat yaitu, sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan waladun shalih atau anak shaleh yang senantiasa mendo’akan orang tuanya,” ujarnya.
KH. Muhammad menjelaskan bahwa sedekah tidak hanya terbatas pada materi, melainkan mencakup segala bentuk kebaikan yang membawa manfaat bagi sesama. Sementara ilmu yang diajarkan dan diamalkan, khususnya ilmu Al-Qur’an, akan menjadi cahaya yang pahalanya terus mengalir.
“Adapun do’a anak saleh disebutnya sebagai anugerah besar yang dapat mengangkat derajat orang tua di sisi Allah SWT.”imbuhnya.
Dengan mengusung tema “Merawat Tradisi, Membangun Generasi, peringatan Harlah ke-30 Pondok Pesantren Raudhotul Mujawwidin menjadi momentum reflektif untuk meneguhkan kembali peran pesantren sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an, pembentukan akhlak, serta penjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang terus relevan sepanjang zaman.
(Khalimatus Sakdiyah, Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, UIN Sunan Kudus)








































