Diskursus Pemimpin Perempuan Tidak Perlu Lagi Diperdebatkan

0
1087
Miftahurrohmah (baju hijau) menerima kenang-kenangan dari KOPRI usai menjadi pembicara Sekolah Islam Gender (SIG)

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Saat ini, ruang perempuan untuk berkiprah di wilayah publik sudah sangat terbuka. Karenanya, diskursus tentang pemimpin perempuan tidak perlu lagi diperdebatkan.

Demikian yang disampaikan mantan ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kudus, Miftahurrohmah dalam acara Sekolah Islam Gender (SIG) yang diselenggarakan Korp PMII Putri (KOPRI) Sunan Kudus di Kantor PCNU Kudus, Ahad (23/8/2020) kemarin.

Miftahurrohmah mengatakan perempuan muslim di dunia sudah banyak yang menempati posisi strategis menjadi pemimpin negara maupun lembaga lainnya. Mulai dari presiden, wakil presiden, perdana menteri, pimpinan partai pollitik, menteri, sekretaris negara, kepala daerah, pimpinan lembaga negara, legislatif, bahkan mursyid Thariqoh.

“Jadi tidak perlu mempersoalkan lagi soal pemimpin dari unsur perempuan. Apalagi sekarang ada kebijakan kuota 30 % untuk perempuan di segala sektor ,”tandasnya.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus ini menilai adanya affirmation action (tindakan affirmatif) dengan memberikan kuota 30 % perempuan bisa memberikan kesempatan bagi perempuan.

“Ini bisa menjadikan sektor yang diakses kaum perempuan semakin luas. Tinggal bagaimana perempuan memanfaatkan peluang yang ada.”ujar Miftahurrohmah.

Mulai sekarang, ajak Miftahurrohmah, perempuan sudah seharusnya memperkuat kemampuan (ability), kecakapan (competency) dan mengambil peran untuk keadilan dan kesetaraan serta tercapainya Substantial National Development.  “Karena, menjadi pemimpin perempuan tidak bisa diteorikan, karena memimpin adalah seni mengelola.”katanya.

Ia mendorong kader KOPRI menguasai  teori-teori kepemimpinan, manajemen kepemimpinan, komunikasi massa, strategic planning, problem solving, analisis sosial, sosiologi masyarakat, antropologi dan tipologi masyarakat serta ilmu-ilmu lainnya.

“Banyak-banyaklah membaca buku dan membaca realitas, sering berdiskusi, berproses dan terus berproses untuk menjadi pemimpin perempuan yang hebat.”harapnya .

Kegiatan SIG yang berlangsung Sabtu-Ahad (22-23/8/2020) ini diikuti puluhan kader KOPRI Kudus. Disamping Miftahurrohmah, SIG juga menghadirkan pembicara dari kalangan aktivis perempuan Kudus lainnya.(adb/rid,ros)

Comments