19 – 9 – 19

0
680

Oleh: Rosidi

Angka (nomor) cantik. Mungkin itu yang akan tebersit dibenak para generasi milenial dengan angka tersebut, yang merujuk pada Kamis kemarin. Yakni 19 September 2019 atau bisa disingkat ‘’19 – 9 – 19’’.

Bagi kebanyakan orang, itu juga tidak berarti apa-apa. Tidak memiliki makna apa-apa. Sama dengan hari-hari biasanya, dengan aktivitas yang mesti tetap harus dilakoni setiap hari.

Namun pada Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), serta kalangan pesantren (kiai – santri), ‘’19 – 9 – 19’’ini tidak saja ‘’angka istimewa’’ atau angka cantik dalam terminologi kaum milenial saat ini, tetapi hari yang cukup bersejarah.

Apa pasal? Karena pada saat itulah, pada hari itu, rangkaian peringatan Hari Santri 2019, resmi di-launching. Launching dilakukan di Auditorium KH. M. Rasjidi kompleks Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta.

Sekadar seremonial? Tidak! Momentum launching Hari Santri 2019 tersebut, sekaligus menjadi pengingat akan peran penting pesantren berikut para kiai dan santri, bagi Indonesia, bagi Negeri ini.

Pesantren, oleh RI, H. A. Mohammad Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri), dinilai memiliki kelebihan, yaitu: Sejak awal santrinya dididik menjadi pribadi yang memiliki keikhlasan, memiliki jaringan (networking) yang sangat luas, dan mengajari para santrinya agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Dengan kelebihan itu, maka tidak berlebihan kiranya jika kemudian H. Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama), berpesan agar pesantren dijaga, dirawat dan dikembangkan, karena lembaga pendidikan Islam tradisional ini, telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

Peran pesantren –baik dalam merebut dan mempertahankan Indonesia- serta mendidik para generasi bangsa ini, sungguh sangat besar. Dan di malam launching Hari Santri 2019 (19 – 9 – 19), ragam talenta santri itu disuguhkan di depan mereka yang hadir menyaksikan jalannya launching Hari Santri tersebut.

Lalu dengan pemukulan gong sebanyak lima kali yang dilakukan Menag H. Lukman Hakim Saifuddin, undangan yang memadati auditorium tersebut pun menjadi saksi pembukaan rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini, tepat di hari dengan angka (nomor) cantik yang sangat mudah diingat: 19 – 9 – 19. (*)

Rosidi,

Penulis adalah Pemimpin Redaksi Suaranahdliyin.com dan anggota Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Tengah.

Comments