Evita Nur Apriliana: Dibutuhkan Selalu untuk Upgrade Diri 

0
516
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq, menyampaikan sambutan

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof H Imam Taufiq, mengutarakan, momentum wisuda bukan berarti belajar selesai begitu saja. Justru itu penanda harus mulai terjun langsung di tengah masyarakat, dengan tugas suci untuk berkhidmah, mengabdi penuh dedikasi.

“Atas nama pimpinan UIN Walisongo Semarang, saya ucapkan selamat, alfu mabruk, kepada semuanya yang diwisuda,” katanya dalam Wisuda ke-88 di Auditorium Prof TGK H Ismail Ya’qub, Selasa (23/05/2023) lalu.

Disampaikan, berdasar data akademik, sebanyak 81 persen dari 762 wisudawan program sarjana, magister, dan doktoral, lulus tepat waktu. “Mudah-mudahan ilmunya bermanfaat dan berkah. (Yang belum memiliki pendamping hidup) mudah-mudahan cepat segera mendapatkan jodoh,” ujarnya sembari tersenyum.

Prof Imam yang juga Wakil Rais PWNU Jateng mewanti-wanti wisudawan agar tidak terlalu khawatir dengan masa depan. “Ada tren yang cukup ramai dengan istilah fear of missing out (fomo). Ada orang merasa ketakutan, merasa gugup, gagap, dan khawatir tidak bisa ikut ramai-ramai dalam perkembangan hari ini terutama di medsos,” paparnya.

Maka dia mengingatkan supaya tidak ikut-ikutan pola atau tren yang berlebihan, namun tetap berbekal integritas, keilmuan, dan akhlakul karimah. UIN Walisongo dengan unity of sciences (wahdatul ‘ulum) mengajarkan, bahwa di atas segalanya ada Sang Khalik, Sang ‘Alim Yang Maha ‘Alim.

“Dialah sumber ilmu dari segala macam ilmu. Yang memiliki ilmu yang semuanya orang berangkat dari dzat Yang Maha Ilmu, Yang Maha Agung, itu. Karena itu kita dedikasikan dan niatkan semuanya untuk menyerap dan menerjemahkan ilmu Sang ‘Alim, sehingga tidak ada lagi dikotomi,” tegasnya lantas mengajak mengajak meningkatkan inovasi, kreativitas dan mengembangkan budaya riset.

Upgrade Diri

Mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam, Evita Nur Apriliana, mewakili wisudawan, mengatakan, bahwa betapa waktu berjalan cepat. Masih jelas terasa bagaimana mengerjakan berbagai tugas kuliah, diskusi, dan juga penelitian. Pada satu sisi proses itu sudah berhasil. Di sisi yang lain kita mesti mengaplikasikan ilmu dengan arif dan bijaksana.

“Alih-alih menjadi beban, proses selama beberapa tahun ini yang akan menjadi landasan kita dalam terus belajar di masa yang akan datang. Gelar sarjana, magister, dan doktor yang hari ini kita terima membawa kesadaran bahwa setelah hari ini masyarakat akan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap keahlian dan keilmuan kita,” paparnya.

Prosesi wisuda

Maka menurutnya, dibutuhkan selalu untuk meng-upgrade diri. Pencapaian hari ini bukanlah akhir dari pembelajaran. Proses belajar mesti dilakukan sepanjang hayat. “Dalam rangka menatap masa depan, kita bisa belajar dari visi UIN Walisongo, yakni ‘Menjadi Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban pada 2038’,” ungkapnya. (siswanto ar/ ros, rid, adb)

Comments