
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan Kota Kudus mengadakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di halaman balai desa Kaliputu, Senin pagi (17/8/2026). Dipimpin Ketua MWCNU Kota M. Tarjono, upacara diikuti sedikitbya 300 peserta dari berbagai elemen kader NU dan banom serta jamaah MT An-Nur Barongan.
Tarjono mengatakan upacara ini bertujuan memperkuat rasa nasionalisme, cinta tanah air dan mengenang jasa perjuangan Pahlawan Indonesia. MWC NU juga menumbuhkan semangat Nasionalis seguyup antara NU ,Banom, lembaga, tokoh agama dan masyarakat.
“Kita ingin memperkuat persatuan dan kesatuan dan berkhidmat di NU dengan selalu setia NKRI serta maslahah untuk umat, “ujarnya
Pada kesempatan itu, Tarjono menyampaikan bahwa kemerdekaan bukan sekadar angka yang bertambah setiap tahun. bukan pula sekadar upacara, pengibaran bendera, atau perlombaan yang memeriahkan bulan Agustus.
“Lebih dari itu, kemerdekaan adalah amanah Allah SWT dan warisan para pahlawan kepada generasi penerus bangsa yang harus kita jaga dengan persatuan, kejujuran, kerja keras, dan kepedulian kepada sesama.”tandasnya.
.
Sebagai umat Islam, ia mengajak untuk meyakini bahwa segala nikmat yang kita terima pada hakikatnya berasal dari Allah SWT. Karena itu, masyarakat harus mensyukuei nikmat kemerdekaan RI ini
“Caranya tidak cukup dengan mengucapkan syukur di lisan tetapi harus berubah menjadi tindakan dan karya.”tegasnya.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan sesuatu yang bermanfaat. Sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkan:Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR Ahmad), “sambung Tarjono.

Tarjono mengingatkan generasi sekarang tidak boleh hanya bangga dengan cerita tentang perjuangan para pahlawan. Tetapi harus bisa menjadi generasi yang mampu melanjutkan perjuangan pahlawan.
Dikatakan, para pahlawan dahulu berjuang dengan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan nyawa. Kini, perjuangan sudah berbeda yakni berjuang melawan kebodohan dengan ilmu.
“Perjuangan di zaman sekarang, kita melawan kemiskinan dengan kerja keras.melawan perpecahan dengan persaudaraan (ukhuwwah), melawan kebencian dengan kasih sayang. Kita melawan ketidakjujuran dengan integritas. Dan kita melawan keputusasaan dengan optimisme.”tandas Tarjono
Upacara 17 Agustus MWC NU Kota ini berjalan penuh khidmat. Acara ini bentuk kerja sama dengan Pemerintah Desa Kaliputu, Babinsa dan diikuti pula mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus (adb/ros)










































