Mubaligh asal Sragen Nyai Hj. Wiwin Winarsa ceramah dalam pengajian Muslimat NU Karanggede Boyolali,t

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Karanggede mengadakan pengajian akbar rutin di Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jum’at Pahing (2/10/2026). Pengajian dihadiri ribuan jemaah dari semua ranting di Karanggede dan sekitarnya sebagai sarana mengaji, dzikir, dan silaturrahim.

Kader Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) bersama Garfa (Garda Fatayat) NU Karanggede juga turut mengaji serta membantu pengamanan demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan nyaman.

Mubalighah asal Sragen Nyai Hj Wiwin Winarni AH yang didaulat memberikan mauidhah hasanah mengajak jemaah menyaksikan lingkungan sekelilingnya untuk menjadi pembelajaran bersama.
Dikatakan, banyak orang sibuk mengejar dunia hingga lupa kepada pemiliknya dan bahkan kurang peduli kepada sesamanya.

“Padahal, seberapa pun tinggi kedudukanmu, seberapa banyak harta dikumpulkan, semuanya akan tertinggal di sini. Yang akan menemanimu hanya amal yang kau tanam selagi nyawa masih di kandung badan,” tuturnya.

Diutarakan Nyai Wiwin, beribadah itu bukan sekadar gerakan tubuh yang lelah dan bukan sekadar bacaan yang terucap tanpa makna. Ibadah adalah percakapan rahasia antara hamba dan Tuhan-nya. “Jangan sampai salatmu selesai, tetapi hatimu tidak pernah sampai kepada-Nya. Ingatlah, Allah tidak butuh ibadahmu — kitalah yang butuh pertolongan-Nya,” ujarnya.

Nyai Wiwin menambahkan, kadang Allah menyembuhkan kita bukan dengan menghilangkan sakitnya, melainkan dengan memberi kesabaran yang lebih besar dari rasa sakit itu.

“Kadang Allah menunda apa yang kita minta, karena Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya, walau hati terasa sempit dan jalan terasa tertutup. Pintu kasih kasih sayang Allah selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya dengan tulus,” katanya.

Nyai Wiwin menegaskan bahwa yang memberi rezeki hanyalah Allah Subhanahuwata’ala dan yang menjaga kesehatan badan serta jiwa pun hanyalah Allah. “Maka takutlah hanya kepada-Nya, berharaplah hanya kepada-Nya, bersandarlah hanya kepada-Nya, dan berbuat baiklah kepada sesama,” tutur Nyai Wiwin.

Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karanggede, KH Rohmad Jalali, mengatakan, rezeki warga NU tidak akan berkurang apabila berbagi dengan sesama, termasuk warga NU juga telah terbiasa berbagi mendoakan sesama, termasuk mendoakan ahli kubur.

“Hidup kami bersama NU dan mati pun kami tetap bersama NU. Itu janji dan kebanggaan kami yang tidak akan pernah pudar,” ujarnya dengan tegas.

Ketua PAC Muslimat NU Karanggede, Nyai Muntopiah, juga mengajak seluruh hadirin untuk saling mengulurkan tangan dan meringankan beban sesama, terlebih di tengah musim kemarau panjang yang masih menyisakan kesulitan air bersih bagi banyak warga. (bani, sis/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here