
DEMAK, Suaranahdliyin.com — Memasuki usia setengah abad MTs NU Demak, menjadikan momentum sebagai pijakan untuk menyusun langkah pengembangan madrasah secara lebih terarah. Madrasah yang beralamatkan diJalan Kauman 1 Bintoro Demak terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut mengemuka dalam sarasehan “Refleksi 50 Tahun MTs NU Demak” yang digelar dalam rangka Harlah ke-50 MTs NU Demak tahun 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Abdullah Arif Cholil selaku Ketua YPNU Kabupaten Demak, Yang bertempat di Reinz Cafe Demak, Sabtu (3/10/2026).
Sarasehan yang dimoderatori Suhali, menghadirkan sejumlah pemateri untuk membahas perjalanan, evaluasi, serta arah pengembangan MTs NU Demak ke depan.
Salah satu pembicara, Rektor UIN Walisongo Semarang Musahadi menekankan pentingnya MTs NU Demak memiliki arah pengembangan yang jelas, termasuk dalam memetakan segmen masyarakat yang menjadi sasaran madrasah.
“Kita harus clear segmen madrasah NU itu dipetakan. Segmennya itu mana saja? Jadi kalau orang Demak sekelilingnya ini kalau misalnya Demak enggak cukup, bagaimana kita memperluas segmen sampai keluar. Tapi sekali lagi itu juga harus ada dari pertanyaan, ada apanya. Ada apanya itu harus betul-betul digali.”uar Rektor asli Demak ini.
Menurutnya pemetaan tersebut perlu dibarengi dengan penggalian keunggulan yang benar-benar dimiliki MTs NU Demak. Dengan demikian, perluasan jangkauan madrasah tidak hanya berbicara mengenai jumlah peserta didik, tetapi juga mengenai apa yang menjadi daya tawar dan keistimewaan MTs NU Demak di mata masyarakat.
Ketua Pokjawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Demak, Mat Royadi menegaskan pentingnya evaluasi. Ia juga menyoroti pengajaran dan tata kelola madrasah.
“Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam melihat kembali berbagai hal yang telah berjalan selama perjalanan 50 tahun sekaligus menentukan aspek yang perlu diperkuat ke depan,” ucapnya.
Sementara itu, Hj. Ida Nur Saadah Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan MTs NU Demak, khususnya dalam hal prasarana. Ia mendorong agar kebutuhan tersebut segera dituangkan secara konkret melalui proposal.
“Segera membuat proposal, karena saya hanya mempunyai kebijakan memberikan angka.”
Dorongan tersebut menjadi langkah awal agar gagasan dan kebutuhan pengembangan madrasah dapat disusun secara lebih terukur dan disampaikan melalui mekanisme yang tepat.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Abdullah Makhali yang juga Plt. Ketua Takmir Masjid Agung Demak, selain menyampaikan ucapan Harlah ke-50 MTs NU Demak ia juga mengingatkan tentang keistimewaan madrasah yang berada di kawasan Masjid Agung Demak.
“MTs NU berada di tempat wakafnya orang hebat Wakafnya Sultan Fatah di area Masjid Agung Demak, pusat peradaban. Jadi sadar gak sadar, semua murid MTs itu kesawaban keberkahan Sultan Fatah dan Masjid Agung Demak. Itu tempatnya orang-orang saleh. Paham nggih?”ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa MTs NU Demak memiliki latar historis yang kuat. Keberadaannya dikawasan Masjid Agung Demak yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan dapat menjadi bagian dari identitas serta keunggulan madrasah yang perlu terus digali dan dikembangkan.
Sarasehan yang berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan refleksi perjalanan masa lalu dengan gagasan masa depan.(Secio,Rzk/adb)




































