Warga Karanggede Boyolali berbondong-bondong ke lapangan untuk salat Istisqo, Kamis tadi.

BOyOLALI,Suaranahdliyin.com –  musim Kemarau saat ini mengakibatkan beberapa wilayah di Boyolali mengalami kekeringan. Hal ini mendorong warga Karanggede Boyolali melaksanakan salat Istisqa di lapangan Dukuh Lemahmendak desa Karangkepoh pada Kamis, 1/10/2026(,

Terpantau warga melakukan salat istisqa dengan penuh kebersamaan dan kekhusukan memohon hujan kepada Allah Subhanahu wataala.

Kader Ansor dan Banser Karanggede turut hadir sepenuhnya untuk mengamankan jalannya kegiatan serta memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan tenang, tertib, dan khidmat.

Kehadiran para anggota Banser menjadi wujud nyata pengabdian, menjaga ketertiban serta memastikan suasana ibadah berjalan damai dari awal hingga selesai..

Sekretaris Desa Karangkepoh, Achmad Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan milik satu kelompok, melainkan milik seluruh warga.

“Masyarakat dari berbagai penjuru, bersama anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Karanggede, berdatangan dengan hati tulus memanjatkan doa bersama. Di lapangan itu tidak ada sekat pembeda, semua sama, sama-sama hamba yang menengadahkan tangan menanti rahmat dari langit,”papar Kurniawan.

Disampaikannya, salat istisqa yang dipimpin Kiai Nur Ridwan menyatukan hati seluruh jemaah, bersujud memohon kepada Yang Maha Kuasa berharap diturunkan hujan yang membawa rahmat dan menyegarkan bumi yang retak, mengisi sumur yang kering, serta memberi kehidupan bagi seluruh makhluk yang dahaga.

Khutbah salat istisqa ini disampaikan Kiai Anjar Sigit Warsito yang menjelaskan bahwa salat istisqa tidak terikat ketat kepada jam tertentu, yang afdhal dilaksanakan setelah matahari terbit satu tombak.

Khotib mengajak jemaah merenungi kondisi alam yang kering kerontang. “Manusia tidak berdaya tanpa pertolongan Allah. Kita tidak mampu memerintah awan turun, tidak mampu menyuruh bumi mekar, kita hanya bisa berserah, memohon, dan memperbaiki diri. Memohonlah kepada Tuhan kalian dengan kerendahan hati, niscaya Dia akan mengabulkan,” ujarnya.

Dengan tangan terangkat dan hati tulus dipimpin kiai, dipanjatkanlah doa oleh seluruh jemaah. “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang membawa keberkahan, bukan hujan yang membawa bencana. Segarkanlah bumi-Mu yang kering, kembalikanlah kesuburan pada tanah yang retak, dan sayangilah makhluk-Mu yang menanti harapan.” (bani,sis/adb).

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here