
KUDUS, Suaranahfliyin.Com– wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Akhwan Sukandar mengutarakan peluang di bidang pertanian sangat besar, tetapi di sisi lain tantangannya juga besar
“Karenanya, NU harus bisa mengambil peluang pada sektor pertanian.”ujarnya dalam acara Ngaji Tani yang diadakan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kudus di Joglo Sahabat Golantepus Ahad (4/10/2026).
Akhwan mengatakan sektor pertanian merupakan tulang punggung sekaligus salah satu penentu kelangsungan hidup masyarakat dan ketahanan negara Indonesia. Karena itu, sektor ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Saat ini terdapat selisih yang cukup besar antara harga gabah dan harga beras. Kondisi tersebut sebenarnya menjadi peluang bagi NU untuk mendirikan badan usaha yang bergerak dalam pembelian dan pengelolaan gabah,” ungkapnya.
Pertanyaannya, lanjut mantan Komandan Banser Kudus ini, apakah NU hanya akan fokus pada bidang pendidikan dan kesehatan? Padahal, masyarakat yang menikmati dan menjadi bagian dari sektor-sektor tersebut sebagian besar juga merupakan warga NU.
“Jika pengurus NU ingin benar-benar ngayomi dan ngrÉ™mati warga, maka perhatian tidak seharusnya hanya tertuju pada bidang pendidikan dan kesehatan. NU juga perlu hadir dan mengambil peran dalam sektor ekonomi, termasuk pertanian, yang menjadi sumber penghidupan masyarakat,”imbuh Akhwan.
“Kita harus mampu memanfaatkan berbagai kebijakan dan program pemerintah yang membuka peluang bagi penguatan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat,”sambung Akhwan.
Ngaji Tani dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dihadiri pula Rais Syuriyah PWNU Jateng KH. Ubaidullah Shodaqoh, kiai Musthofa (praktisi petani organik), kiai Mukhlisin (LPPNU Jateng), wakil ketua PCNU Kudus H. Fajar Nugroho, pengurus LPPNU Kudus dan kadet pertanian binaan LPPNU serta banom NU Kudus.
Kegiatan bertema membangun ekosistem pertanian berkelanjutan berbasis sains, kearifan lokal, dan nilai keagamaan inj diramaikan bazar pertanian dan bakti sosial Terapi Kudus. Disamping itu, diselingi pengukuhan pengurus Kadang Tani Sarwo Tulus (KTST) Kudus masa khidmah 2026-2031).(yuliana/adb)



































