Dandangan
Tukang Ojek hingga Pedagang Belajar Seduh Kopi di Taman Menara

0
505
Dua pegiat kopi Muria menunjukkan cara menyeduh kopi kepada pengunjung

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus bekerjasama dengan Komite Ekonomi Kreatif menggelar Edukasi Seduh Kopi di Taman Menara, Rabu (15/03/2023).

Agenda ini menjadi side event dalam rangka meramaikan event utama Dandangan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Tak hanya para pengunjung Dandangan, dari tukang ojek, Pedagang Kaki Lima (PKL), hingga anak-anak muda diajak menyeduh kopi di tempat. Bersama pegiat Paguyuban Kopi Muria, Muhammad Ridho dan Zainuri memperagakan bagaimana teknik menyeduh kopi hingga menghasilkan rasa yang nikmat.

“Menyeduh kopi tidak boleh sembarangan, komposisinya juga harus pas, jangan asal-asalan,” kata Ridho kepada puluhan pengunjung..

Selanjutnya, Zainuri juga menjelaskan proses pembuatan kopi dari hulu ke hilir, menyeduh kopi dengan teknik chem brew dan teknik V60. Sembari menerangkan, ia pun mengajak beberapa relawan untuk mempraktikkan metode seduh kopi secara langsung.

“Sore ini kita belajar seduh kopi, sekaligus promosi kopi muria ke masyarakat. Kami juga menyediakan sekitar 300 cup kopi gratis kepada pengunjung,” terangnya saat diwawancarai.

Pihaknya berharap dengan adanya edukasi seduh kopi di Taman Menara ini, dapat menjadikan masyarakat lebih mengenal kopi muria. Selain itu, kopi muria ke depan juga semakin terkenal hingga mendunia.

“Sebagian masyarakat ada belum tau kalau ada kopi muria, dan kita ingin kopi muria semakin dikenal dunia,” harap owner Kopi Muria Dauleng itu.

Kepala Dinas Pariwisata Mutrikah dalam side event dsndangan di taman menara Kidus

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah menerangkan side event edukasi Taman Menara ini digelar secara perdana tahun ini dalam gelaran event Dandangan Kudus. Selain edukasi seduh kopi, pihaknya juga menggelar edukasi ecoprint, membatik, kaligrafi, membatik hingga edukasi anyaman bambu.

Dia juga berharap, side event ini dapat menjadi sarana generasi muda untuk mengenal budaya yang ada di Kabupaten Kudus.

“Harapan kami, pengunjung di Dandangan bisa mampir ke sini, mengikuti edukasi di taman menara sebagai suasana baru. Supaya anak-anak muda juga tahu tahu bagaimana menghargai kopi muria dan budaya yang ada di kudus,” ujarnya.(sim/adb) 

Comments