
KUDUS, Suaranahdliyin.com — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Shony Wardana, mengajak seluruh umat Islam tetap produktif dalam beribadah dan berbuat kebaikan di bulan Ramadan.
Pesan tersebut disampaikannya pada Ahad (22/2/2026) dalam Pengajian Darusan Umum di Masjid Agung Kudus (MAK) seusai salat tarawih.
Shony Wardana menjelaskan bahwa setiap amal kebaikan manusia akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. terlebih ketika dilakukan pada bulan Ramadan. “Setiap amal anak Adam akan dilipat gandakan apabila di laksanakan pada bulan Ramadan. Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat.”tandasnya.
Hal ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan, termasuk salat berjamaah dengan penuh kekhusyukan. “Salat yang dilakukan dengan khusyuk akan dinilai oleh Allah Swt. Kekhusyukan inilah yang menentukan kesempurnaan pahala seseorang dalam beribadah,” ujarnya.
Dicontohkannya, kisah sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, sebagai panutan dalam melaksanakan salat karena kekhusyukannya. Badan Ali bin Abi Thalib kala itu terluka akibat tertusuk anak panah saat berperang. Karena begitu fokusnya menghadap Allah, Ali bahkan tidak merasakan sakit ketika anak panah tersebut dicabut dari tubuhnya.
“Itulah keistimewaan orang salat dengan khusyuk,” kata Shony Wardana.
Selain mengajak untuk meningkatkan ibadah, ia turut mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat iman. Menurutnya, iman merupakan anugerah terbesar yang menentukan kemuliaan manusia di hadapan Allah Swt.
“Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumush-shiyamu kama kutiba ‘alaladzina ming qablikum la’allakum tattaqun. Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” kutipnya dari ayat Al-Qur’an.
Shony Wardana menjelaskan lima langkah menuju ketakwaan yang sempurna menurut pandangan ulama besar Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Pertama, Mu’ahadah. Mengingat kembali janji manusia terhadap Allah Swt. Ketika manusia ditiupkan ruhnya di dalam kandungan berusia 4 bulan, Allah mengambil kesaksian diri mereka masing-masing.
“Ingatlah bahwa kita pernah mengakui Allah adalah Tuhan kita, maka penghambaan kita hanya kepada Allah Swt,”ajaknya.
Kedua, Muraqabah. Merasakan pengawasan Allah yang melekat setiap saat. “Innallaha kana ‘alaikum raqiba. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. Kebaikan dan keburukan sekecilpun akan terawasi oleh Allah Swt.,” terangnya.
Ketiga, Muhasabah. Mengingat diri dan evaluasi kesiapan untuk hari yang akan datang. “Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha waltandur nafsum ma qaddamat lighad, wattaqullah, innalaha khabirum bima ta’malun. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan,” bebernya.
Keempat, Mu’aqabah. Memperbaiki diri ketika terjadi kegagalan di pertengahan jalan. “Tidak semua yang kita rencanakan selalu mulus seperti apa yang kita harapkan,” katanya.
Kelima, Mujahadah. Kesungguhan menggerakkan potensi diri demi meraih ridha Allah Swt. “Walladzina jahadu fina lanahdiyannahum subulana, wa innallaha lama’al-muhsinin. Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencari ridha Allah benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sungguh Allah benar-benar bersama orang yang berbuat kebaikan,” pungkasnya.
Shony Wardana juga mengajak kepada ribuan jamaah yang hadir untuk memperbanyak sedekah. Menurutnya, harta yang sejatinya dimiliki manusia adalah harta yang disedekahkan di jalan Allah.
“Ramadan jangan disia-siakan. Gunakan untuk memperbanyak ibadah, sedekah, dan amal kebaikan,” tegasnya.
[Alya Zykratul Rahma, Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Prodi KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), UIN Sunan Kudus]





































