Mantap! MTS NU TBS Kudus Bakal Miliki Program Ekskul Bahasa Mandarin

0
118
Kiai Salim, Kiai Baidlowi dan Ustaz Faishol memperlihatkan buku bahan ajar yang akan dipergunakan dalam program ekskul Bahasa Mandarin di MTs NU TBS Kudus mendatant

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, kini tengah menggagas dibukanya program ekstrakurikuler (ekskul) yang sangat menarik.

Program ekskul baru yang rencananya bakal dibuka atau dimulai setelah Idulfitri (Lebaran) mendatang tersebut, adalah ekskul Bahasa Mandarin.

Kepastian akan dibukanya ekskul yang masih jarang dimiliki oleh berbagai lembaga pendidikan, khususnya di Kudus, ini setelah beberapa waktu lalu, kepala MTs NU TBS Kudus, Kiai Salim SAg MPd didampingi Kiai Baidlowi SIF, bertemu dengan calon mentor (tutor), Ustaz Faishol Firdaus.

“(Program ekskul Bahasa Mandarin, red) ini akan menjadi salah satu ekskul baru yang saya pastikan akan mendapatkan apresiasi positi dari para siswa,” ujar Kiai Salim, kepala MTs NU TBS Kudus.

Pihaknya mengaku tertarik membuka program ekskul Bahasa Mandarin, karena Negara-negara pengguna Bahasa Mandarin, khususnya China, mengalami kemajuan baik pendidikan, ekonomi, teknologi dan lainnya yang sangat luar biasa,” terangnya.

Selain itu, lanjut Kiai Salim, juga karena terinspirasi oleh salah satu hadis Nabi. “Kanjeng Nabi sendiri berpesan kepada umatnya, ‘carilah ilmu sampai ke Negeri China’. Tentu ada hal yang luar biasa untuk dipelajari di sana,” tuturnya.

Faishol Firdaus, menyampaikan, bahwa Bahasa Mandarin adalah salah satu bahasa dengan penuturnya yang sangat besar di dunia.

“Di antara Negara-negara dan wilayah yang menggunakan Bahasa Mandarin adalah Hongkong, Tiongkok, Taiwan dan Singapura,” terang dosen Unwahas Semarang yang menyelesaikan studi magister (S2) di Tiongkok itu.

Faishol yang pernah menjabat wakil ketua PCINU Tiongkok ini menambahkan, bahwa Bahasa Mandarin merupakan bahasa global, yang sejajar dengan bahasa-bahasa lain seperti Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, Bahasa Rusia dan juga Bahasa Arab.

“Selain itu, Bahasa Mandari juga merupakan salah satu bahasa resmi PBB, yang ditetapkan sejak 1946,” tutur Ustaz Faishol menambahkan. (ros, mail/ adb, gie, luh, rid)

Comments