Prof Fauzi Sampaikan Konsep Penyuluh Keluarga, Guru Keluarga dan Keluarga Penggerak

0
354
Prof Fauzi menyampaikan orasi ilmiah dalam upacara pengukuhannya sebagai guru besar

PURWOKERTO, Suaranahdliyin.com – Wakil Rektor I IAIN Purwokerto, Dr Fauzi M.Ag, dikukuhkan menjadi guru besar bidang ilmu pendidikan pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) IAIN Purwokerto, Rabu (10/3/2021).

Fauzi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Prof Dr Fauzi M.Ag di Auditorium IAIN Purwokerto. Pada kesempatan itu, Prof Fauzi menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Menguatkan Peran Keluarga dalam Ekosistem Pendidikan”.

Dalam orasinya, ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Banyumas itu menyampaikan, gagasan utama dalam penguatan peran keluarga dalam ekosistem pendidikan. Dia menawarkan konsep penyuluh keluarga, guru keluarga, dan keluarga penggerak.

“Konsep penyuluh keluarga diinisiasi dari penyuluh agama, penyuluh KB, penyuluh pertanian, dan lainnya. Penyuluh keluarga berfungsi melaksanakan penyuluhan, pendampingan, penyadaran keluarga melalui kegiatan yang terarah,” katanya.

Sedang konsep guru keluarga diilhami oleh praktek dokter keluarga yang mendampingi urusan kesehatan keluarga. Guru keluarga berfungsi melaksanakan pendidikan bagi anak dan orang tua. Mengembangkan kerja sama sekolah dengan keluarga

Lalu konsep keluarga penggerak, berperan dalam menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan pendidikan untuk masyarakat, yang mendukung pendidikan keluarga dan sekolah. “Melalui tiga konsep itu, orang tua dapat diajak untuk meningkatkan kesadaran dalam mendidik karakter anak. Mengembangkan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam rangka membangun kemitraan yang harmonis,” terangnya.

Dewan Pakar PGRI Kabupaten Banyumas itu menambahkan, konsep tersebut dapat diimplementasikan, jika didukung dari berbagai unsur. Pemerintah dapat menggunakan konsep ini sebagai embrio untuk dikembangkan dengan dipayungi regulasi dan kebijakannya.

Ditegaskannya, peran negara diperlukan untuk merumuskan dan menetapkan dasar karakter utama. Membuat sistem dan mekanisme dalam menyelenggarakan pendidikan keluarga secara langsung dan terorganisasi.

“Negara perlu menyusun kebijakan pada sekolah untuk membangun kemitraan dengan keluarga penggerak. Menjadikan aktivitas anak di masyarakat dan keluarga penggerak sebagai instrumen pendidikan di sekolah,” tandasnya. (musmuallim/ ibd, rid, luh)

Comments