
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Fatayat NU diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak, sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Twngah H. Akhwan Sukandar saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Kesehatan Ibu dan Anak yang digelar PAC Fatayat NU Dawe di Gedung NU setempat, Minggu (9/8/2026).
Akhwan mengatakan, sinergi antarkader NU penting dilakukan agar keberadaan organisasi tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
“Kader-kader NU, termasuk Fatayat, harus terus bersinergi untuk membesarkan NU dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Wakil Ketua PCNU Kudus tersebut.
Ia menyampaikan, di bidang kesehatan masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian bersama, di antaranya stunting, gizi buruk pada anak, tuberkulosis (TBC), penyakit menular, serta angka kematian ibu dan anak.
Menurutnya, seminar kesehatan menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh bekal pengetahuan mengenai berbagai persoalan kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat. Karena itu, ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah seminar, tetapi diteruskan kepada masyarakat melalui edukasi dan pendampingan.
“Fatayat NU harus dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya tentang kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Dawe Dian Noor Tamzis Hanafi menyampaikan kondisi kesehatan masyarakat Kecamatan Dawe, khususnya kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendorong peran Fatayat NU dalam mendukung program kesehatan di wilayah tersebut.
“Berdasarkan data dari Puskesmas Dawe dan Puskesmas Rejosari, sebanyak 329 dari 874 ibu hamil di Kecamatan Dawe atau 37,64 persen tercatat dalam kategori risiko tinggi. Sementara itu, dari 698 persalinan terdapat 314 kasus rujukan persalinan dengan komplikasi atau sekitar 45 persen. Di sisi lain, dari 6.470 balita yang tercatat, sebanyak 257 anak mengalami stunting,” ungkapnya.
Menurut Dian, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi perempuan seperti Fatayat NU. Kolaborasi diperlukan sebagai upaya edukasi dan pemberdayaan perempuan, terutama dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
“Fatayat NU diharapkan terus membina dan memberdayakan perempuan muda melalui berbagai bidang, seperti keagamaan, sosial, pendidikan, dan advokasi hak perempuan,” harapnya.
Selain itu, Fatayat NU Dawe didorong untuk bersinergi dengan program-program pemerintah, termasuk dalam penguatan pengasuhan dan perlindungan anak. Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan adalah pembentukan Tempat Pengasuhan Anak (TPA) untuk mendukung keluarga dan tumbuh kembang anak.(malfa/adb)









































