
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kudus mengajak untuk bergerak bersama meningkatkan kesehatan keluarga. LKNU siap membuka ruang pendampingan kesehatan bagi ibu dan anak.
Demikian yang disampaikan Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kudus, Dr. dr. Renni Yuniati, Sp.D.V.E., Subsp.D.T., M.H., dalam Seminar Kesehatan “Ibu Sehat, Anak Hebat Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar PAC Fatayat NU Dawe, Kudus, Ahad (9/8/2026).
Dr. Renni mengatakan, peningkatan kesehatan ibu dan anak tidak cukup hanya melalui seminar, tetapi perlu dilanjutkan dengan berbagi pengetahuan dan pendampingan di tengah masyarakat. Menurutnya, literasi memiliki korelasi yang cukup erat dengan pemenuhan gizi.
“Kekurangan gizi, terutama pada masa pertumbuhan, dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan kemampuan belajar sehingga berpotensi menyebabkan rendahnya kemampuan literasi,”ujarnya
Ia mengajak peserta memanfaatkan grup WhatsApp sebagai ruang berbagi informasi kesehatan yang benar, terpercaya, dan bermanfaat.
“Setelah mengikuti seminar ini, jangan hanya pulang membawa sertifikat. Mari kita pulang membawa ilmu, kesadaran, dan niat untuk bergerak,” kata CEO PT Muntira Kosmeditama dan Muntira Skincare tersebut.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) tersebut menegaskan, berbagi pengetahuan dan ikut mengupayakan peningkatan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari khidmat. “Jika setiap orang mengambil peran sesuai kemampuannya, akan lahir ibu yang lebih sehat, anak yang lebih sehat, keluarga yang lebih kuat, dan masyarakat yang semakin sehat, ” kata Reni.

Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Dawe, Yuliana Kurniawati, mengatakan tema “Sehat Bersama Fatayat: Ibu Sehat, Anak Hebat Menuju Indonesia Emas 2045” mengandung pesan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak saat ini.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ketika seorang ibu sehat secara fisik, mental, dan spiritual, ia akan mampu melahirkan, merawat, serta mendidik generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Yuliana, ketika kesehatan ibu terabaikan, tumbuh kembang anak pun dapat ikut terdampak. Karena itu, Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan dan kaderisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
“Edukasi tentang gizi, pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, kesehatan mental ibu, hingga pola asuh yang tepat merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas,” katanya.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Dawe,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan keluarga yang lebih sehat dan kuat.
Seminar yang berlangsung di Gedung MWC NU Kecamatan Dawe tersebut menghadirkan Camat Dawe Dian Noor Tamzis Hanafi, S.STP., M.P. sebagai welcome speaker, H. Akhwan Sukandar, SH, wakil ketua PCNU Kudus sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, sebagai keynote speaker, serta Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Dr. dr. Abdul Hakam, M.Si., Med., Sp.A dan dr. Indra Yuni Sih Purwitosari, Sp.OG sebagai narasumber.
Kegiatan diikuti Pimpinan Ranting (PR) dan pengurus PAC Fatayat NU Dawe. Turut hadir Ketua MWC NU Dawe, Ketua PAC Muslimat NU Dawe, Ketua IPPNU Dawe, Lazisnu Dawe, serta Pembina Fatayat NU Dawe.(malfa/adb)









































