Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat: Jaga Keberlangsungan Batik Kudus

0
60
Wakil ketua MPR Lestari Moerdijat sedang mensosialisasikan empat pilar bangsa di Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin. com – Generasi muda memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan Batik Kudus sebagai warisan budaya sekaligus identitas bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan di Aula Setda Kudus, Jumat (31/7/2026).

“Batik Kudus bukan sekadar warisan budaya, tetapi identitas bangsa yang harus kita jaga bersama. Karena itu, generasi muda harus menjadi pelaku utama dalam upaya pelestarian batik agar tidak kehilangan akar budayanya,” kata Lestari Moerdijat.

Ia menegaskan, di tengah arus globalisasi, pelestarian batik tidak cukup hanya dilakukan oleh para perajin, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat, terutama kalangan muda, agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam paparannya, Lestari Moerdijat menekankan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI. Batik Kudus tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol identitas daerah dan kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga bersama. Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci agar tradisi membatik tetap berlanjut di tengah perkembangan zaman.

Lestari berharap sinergi antara pemerintah, pelaku budaya, komunitas, dan generasi muda terus diperkuat. “Kalau semua bergerak bersama, Batik Kudus tidak hanya akan tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal sebagai identitas daerah yang membanggakan sekaligus bagian dari jati diri bangsa Indonesia,” ujarnya.

Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bertema “Batik Kudus, Menyambung Mata Rantai yang Putus” yang menghadirkan maestro Batik Kudus, Fadholi. Pada kesempatan tersebut, Fadholi memaparkan sejarah Batik Kudus beserta ragam motif yang berkembang sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan.

Menurut Fadholi, Batik Kudus memiliki karakter dan kekhasan yang membedakannya dari batik daerah lain. Oleh karena itu, upaya mengenalkan sejarah, filosofi, serta motif-motif Batik Kudus kepada masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungannya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Akhwan Sukandar, menyatakan komitmennya untuk mendukung pelestarian Batik Kudus.
“Kami siap memfasilitasi pelatihan pembuatan Batik Kudus guna melahirkan pembatik-pembatik baru sekaligus memperkuat regenerasi pelaku usaha batik di Kabupaten Kudus.” ungkapnya.

Selain itu, Akhwan juga mendorong agar motif-motif khas Batik Kudus segera dipatenkan sebagai bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual daerah. Menurutnya, langkah tersebut penting agar motif Batik Kudus memiliki perlindungan hukum sehingga tidak mudah diklaim ataupun diakui oleh daerah lain.

Kegiatan yang diikuti para perajin dan pecinta Batik Kudus tersebut, juga dihadiri pengurus KNPI, Lesbumi, organisasi kemasyarakatan, serta organisasi kepemudaan Kudus. (yuliana/adb)

Comments