
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Handwriting atau menulis tangan, merupakan proses yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan kognisi dan proses pembentukan makna.
Demikian disampaikan Prof Dr Drs Muh Syafei MPd dalam orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Universitas Muria Kudus (UMK), dengan agenda tunggal “Pengukuhan Prof Dr Drs Muh Syafei MPd sebagai Guru Besar BIdang Writing in English Language Teaching (ELT)”.
Upacara pengukuhan guru besar (professor) tersebut, dilangsungkan di Auditorium Kampus UMK pada Senin (13/4/2026) pagi.
Acara yang dibuka oleh ketua Senat UMK, Prof Dr Drs A Hilal Madjdi MPd, ini dihadiri antara lain Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah adalah Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi MPd, Rektor UMK Prof Dr Ir Darsono MSi, para anggota Senat, para Dekan Fakultas, keluarga hingga kolega Prof Muh Syafei.
“Timed handwriting (menulis tangan berwaktu) sangat penting. Sebab, itu memaksa berpikir mandiri dan percaya diri, khususnya mahasiswa,” kata Prof Muh Syafei.
Prof Muh Syafei menyebut, bahwa tak sedikit mahasiswa yang fasih mengetik, tetapi lemah dalam independent thinking. “Menulis tangan, akan menjaga keaslian (karya, red),” tuturnya lebih lanjut.
Pada kesempatan itu, Prof Muh Syafei pun menawarkan sebuah gagasan yang disebutnya dengan model “KEANU”. “KEANU ini merupakan akronim dari Kinesthetic, Exposure, Affective & Attachment, Natural Interaction, serta Usage & Output,” jelasnya.
Disampaikannya, model KEANU adalah sebuah kerangka konseptual untuk pembelajaran bahasa Inggris anak usia dini, yang berakar pada proses pemerolehan bahasa secara naturalistik, yang difasilitasi melalui paparan media dan interaksi harian yang berkelanjutan.
“Model ini dirancang agar sederhana, terjangkau, menyenangkan, dan sesuai secara kultural bagi anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang didominasi oleh bahasa ibu atau bahasa Indonesia,” katanya. (masluh, ros/ adb, rid, gie, mail)








































