Persiapan Tangani LKD, Fatayat NU Kudus Bekali Tim Pengkaderan

0
111
Ketua PC Fatayat NU Kudus Hj. Farida memberikan pengarahan dalam upgrading di kantor PCNU setempat

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Kudus menggelar kegiatan Upgrading Tim Pengkaderan  di Aula Kantor PCNU Kudus, Jumat.(29/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tim pengkaderan Fatayat Kudus menghadirkan narasumber Ristiyani, Koordinator Bidang Pengkaderan PC Fatayat NU Kudus periode 2020–2024 sekaligus dosen Universitas Muria Kudus.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, Hj. Farida, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan upgrading merupakan langkah awal untuk mempersiapkan tim pengkaderan yang akan menangani Latihan Kader Dasar (LKD) bagi sekitar 2.500 anggota Fatayat di seluruh Kabupaten Kudus.

“Panjenengan semua adalah calon penggerak Fatayat NU Kudus. Ada tujuh materi pokok yang harus tersampaikan saat LKD nanti, sehingga peserta upgrading harus benar-benar siap menjadi fasilitator,” ujarnya.

Hj. Farida juga menekankan pentingnya loyalitas, semangat pengabdian, serta kesiapan kader untuk berbagi ilmu kepada peserta LKD, yaitu Kefatayatan, Ke-NU-an dan Aswaja, Kesetaraan Gender, Kepemimpinan dan Keorganisasian, Public Speaking, dan Digitalisasi organisasi serta kewirausahsan.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan LKD harus ramah anak, sehingga panitia menyiapkan pojok bermain agar peserta yang membawa anak tetap merasa nyaman. Ibunya juga bisa focus mengikuti LKD.

“Upgrading ini adalah awal pemberdayaan tim pengkaderan. Proses tidak bisa instan. Sebelum action, materi dan teknis LKD harus dipahami dahulu,” tegasnya.

Ia juga mengimbau Ketua PAC yang belum mengikuti LKD untuk mengikuti LKD agar pola kaderisasi berjalan seragam. “Pengkaderan adalah ujung tombak organisasi. Semua harus kompak dan siap menjalankan setiap tahapan,” tambahnya.

Upgrading tim pengkaderan FATAYAT NU Kudus, kemarin

Sementara itu, Ristiyani dalam paparannya menegaskan bahwa pengkaderan merupakan proses strategis untuk memastikan keberlangsungan organisasi Fatayat NU di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Melalui materi bertema “Urgensi Pengkaderan”, ia menyampaikan bahwa regenerasi membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang terstruktur.

“Pengkaderan bukan sekadar agenda rutin, melainkan proses menyiapkan stok pemimpin masa depan. Tanpa kaderisasi, organisasi akan kesulitan melanjutkan estafet kepemimpinan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa penguatan ideologi, kewaspadaan terhadap paham transnasional, serta peningkatan kapasitas kader menjadi kebutuhan mendesak. Tantangan lokal seperti isu radikalisme, persoalan perempuan dan anak, hingga keterlibatan dalam kebijakan publik menuntut kader Fatayat untuk adaptif dan kompeten.

Selain itu, pengkaderan juga memberikan manfaat personal bagi anggota, mulai dari peningkatan soft skill seperti public speaking, manajemen waktu, hingga kemampuan membangun jejaring.
“Ini investasi jangka panjang bagi kader,” katanya.

Ristiyani juga mengingatkan risiko yang muncul apabila pengkaderan tidak berjalan, seperti kesenjangan kapasitas, kekosongan kepemimpinan, dan stagnasi program. Karena itu, Fatayat NU Kudus perlu memiliki peta jalan pengkaderan yang jelas—mulai dari pembentukan tim panitia FGD materi, hingga simulasi pemateri serta penyusunan SOP..

“PAC juga harus menyiapkan panitia agar program berjalan seragam di seluruh tingkatan,”imbuhnya.

Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk menjaga komitmen kaderisasi. “Hari ini kita pengurus, esok kita senior. Tanpa pengkaderan, Fatayat NU hanya tinggal nama. Mari kita jaga warisan ini,” tutur Ristiyani.

Upgrading dihadiri pula pembina Fatayat, Nik Hayati yang juga mantan ketua PC Fatayat NU Kudus periode sebelum ini.(yuliana/adb)

Comments