Penyuluh Agama: Stop Bullying di Sekolah

0
2014
Kegiatan Penyuluh road to school mengisi semarak ramadan di SDN 5 Pamotan Rembang, kemarin

REMBANG,Suaranahdliyin.com – Banyak yang lupa, bahwa bercanda atau sendaugurau yang dilontarkan oleh seseorang kerapkali menyinggung atau bahkan menyakiti perasaan orang lain. Inilah yang kemudian berujung pada perilaku yang disebut dengan nama bulliying.

Penyuluh Agama Islam Non PNS KUA Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang, Achmad Shiva’ul Haq Asjach mengutarakan hal itu dalam acara Semarak Ramadhan 1443 H/2022 M Penyuluh Agama Road To School yang diselenggarakan di SD N 5 Pamotan,Rabu (6/4/2022). Ia menekankan pentingnya seseorang untuk tidak melakukan bulliying terhadap orang lain.

“Membully adalah perilaku yang tidak baik, seperti membentak, memaki, mengucilkan, menghina, mengolok-olok dan lainnya. Agama kita, Islam itu tidak memperbolehkan kita untuk membully orang lain,”ungkap Shiva,sapaan akrabnya.

Shiva melihat kasus-kasus yang sering melintas di media, aksi bulliying kerap kali terjadi dikalangan para siswa ataupun pelajar. Ditegaskan, hal ini sangat berdampak buruk terhadap korban/pelaku bullying.

“Kalian pernah tidak dibully? kalau pernah, bagaimana rasanya? tidak enak kan? jadi seperti itu.”ungkapnya dengan bertanya.

Ia mengharapkan siswa-siswi sekolah di SD N 5 Pamotan ini tidak ada yang suka membully temannya, karena itu adalah hal yang tidak baik.

“Kalaupun selama ini ada yang suka membully temannya, tolong mulai nanti sampai seterusnya jangan diulangi lagi, ya. Sesama teman itu harus saling menyayangi, menghormati dan juga tolong-menolong,”tandasnya.(sha/adb) 

Comments