Ngaji Literasi untuk Buka Cakrawala Berpikir Santri

0
198
Narasumber Ngaji Literasi yang digelar LTN NU Jepara menyampaikan materi di depan peserta.

JEPARA, Suaranahdliyin.com – Bertempat di Pesantren Mathla’un Nasyi’in, Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Jepara pada Sabtu (11/5) siang, digelar “Ngaji Literasi; Merawat Tradisi Literasi”.

Kegiatan yang diikuti 50 santri dari pesantren Mathla’un Nasyi’in, Nurul Hijrah, Darul Qur’an, Ummul Quro, dan Tahfidhul Qur’an itu menghadirkan dua narasumber, yakni Sigit Aulia Firdaus dan Faqih Mansur Hidayat.

Sigit Aulia Firdaus pada kesempatan itu menyampaikan materi “Santri Perawat Tradisi Literasi”, sedang Faqih Mansur Hidayat mengulas tentang “Pemanfataan Teknologi untuk Dakwah Santri”.

Kiai Syaiful Mustaqim, Ketua LTN NU Kabupaten Jepara, mengutarakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja LTN NU Jepara, LTN NU Goes To Pesantren, yang dikemas dengan ngaji literasi. “Tujuannya, untuk mengenalkan literasi kepada santri meskipun mereka sebenarnya sebenarnya sudah dekat dengan literasi,” katanya.

Khodimul Ma’had, Kiai Ah. Zainal Muttaqin, mengatakan, ngaji literasi itu sangat baik diikuti oleh santri, karena selain mengkaji ilmu salaf santri juga harus dibuka cakrawala berpikirnya. “Agar tidak gagap dalam merespons zaman serta mengasah kepekaan terhadap permasalahan umat.”

Sigit Aulia Firdaus, menuturkan, literasi tidak sekadar membaca dan menulis, juga memiliki makna yang lebih luas. Sedang Faqih Mansur Hidayat, mengemukakan, para santri kini sudah dekat dengan banyak medsos.

‘’Sebelum menggunakan medsos, alangkah lebih baik melihat dari sisi positif dan negatifnya terlebih dahulu. Untuk itu, santri harus cerdas secara literasi dalam makna yang luas,’’ papar Faqih diamini Sigit. (ip/ adb, ros)

Comments