Mimpikan Miliki Griya Kaligrafi

0
2397

Safiq Afandi

Safiq Affandi di depan salah satu karya kaligrafinya yang dibuat pada Ramadan ini.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Membuat kaligrafi, terlebih kaligrafi Arab, butuh ketekunan dan ketelatenan. Tidak bisa seseorang bisa menghasilkan karya kaligrafi yang monumental, tanpa melalui proses pembelajaran yang tentunya melelahkan.

Berproses tanpa kenal lelah di jalur seni kaligrafi Arab, salah satunya dilakukan oleh Safiq Afandi, warga RT 2 RW III Dukuh Pondok, Desa/ Kecamatan Bae, Kudus. Sudah lebih dari 12 tahun dia serius menekuni kaligrafi.

‘’Sebetulnya, Saya sudah lama belajar kaligrafi. Hanya saja sempat awalnya kurang serius. Namun akhirnya, Saya memantapkan diri untuk berkarya di dunia kaligrafi,’’ katanya kepada Suaranahdliyin.com, Selasa (29/5/2018).

Sudah banyak karya yang telah dihasilkan. Seniman kaligrafi yang juga tokoh pemuda Desa Bae ini, juga sudah beberapa kali melakukan pameran. Pameran tunggal di Sekretariat Karang Taruna Kabupaten Kudus digelar pada 2016.

‘’Selain itu, Saya ikut berpartisipasi dalam beberapa pameran kaligrafi di Masjid Agung Kabupaten Kudus, yakni pada 2015, 2017, dan 2018,’’ tutur Safiq Afandi yang sempat menjadi pengajar ektrakurikuler kaligrafi di beberapa sekolah.

Safiq Affandi memberikan kenang-kenangan kaligrafi karyanya kepada salah satu putri KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Inayah Wahid.

Namun aktivitasnya mengajar ekstrakurikuler kaligrafi kini ia tinggalkan, lantaran dirinya fokus untuk membuka Griya Kaligrafi. ‘’Kini lagi fokus untuk mendirikan Griya atau Omah Kaligrafi. Harapannya, tahun 2018 ini bisa terealisasi, kendati masih sederhana,’’ paparnya yang pada Ramadan ini fokus menghasilkan karya-karya.

Di tengah keinginannya mendirikan Griya Kaligrafi yang belum kesampaian, namun begitu Safiq memiliki niat mulia. ‘’10 persen dari hasil penjualan karya-karya kaligrafi Saya, akan Saya sumbangkan untuk pembangunan salah satu pondok pesantren di Kudus,’’ ujarnya berkomitmen. (rid/ ros, adb)

Comments