Di Musala Miftahul Huda, Warga Desa Jurang Rayakan Kenduren Puli Nisfu Sya’ban

0
86
Warga Desa Jurang merayakan Kenduren Puli Nisfu Sya’ban Di Musala Miftahul Huda,

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Warga Desa Jurang, RT 3 RW 1 memadati Musala Miftahul Huda untuk mengikuti kenduren Puli Nisfu Sya’ban yang diselenggarakan Senin malam (2/2/2026), atau bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban. Kegiatan diawali shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surat Yasin tiga kali, dzikir, doa bersama, dan ditutup makan kenduren bersama.

Kiai Muhammad Abdullah yang memimpin acara doa malam nisfu sya’ban menjelaskan tujuan dari pembacaan Surat Yasin berjumlah tiga kali, Surat Yasin yang pertama dibaca untuk memohon panjang umur (yang berkah) dan ketaqwaan serta dapat istiqamah kepada Allah SWT. Surat Yasin yang kedua dibaca untuk memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, dan marabahaya.

“Surat Yasin yang ketiga dibaca untuk memohon kaya hati yang langsung dari Allah, tidak mudah meminta-minta pada selain Allah serta ditetapkan Iman Islam sampai akhir hayat.”terangnya.

Ia juga menjelaskan makna mendalam di balik jajanan puli. “Puli berasal dari bahasa Arab ‘u’fuu lii’ yang artinya “ampunilah aku”. “Makanan ini melambangkan permohonan ampunan dosa kepada Allah SWT di malam Nishfu Sya’ban yang penuh berkah.”terangnya.

Selain puli yang dibuat dari beras tumbuk halus, warga juga menikmati apem sebagai pelengkap. “Apem dari kata “afwun” atau ampunan, sehingga puli dan apem saling melengkapi sebagai lambang untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Tekstur puli yang kenyal menyiratkan penyatuan silaturahmi dan kerukunan antarwarga,” tambah Muhammad Abdullah.

Tradisi ini dikenal sebagai Bodo Puli atau Hari Raya Puli, khususnya di wilayah Jepara dan Kudus. Muhammad Abdullah menekankan hubungannya dengan dakwah Sunan Kalijaga.

“Sunan Kalijaga membumikan Islam lewat budaya lokal seperti ini, mengajak masyarakat beribadah sambil menjaga kebersamaan,” katanya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan perpaduan ibadah Nisfu Sya’ban dengan nilai Jawa. “Semoga tradisi ini terus lestari, memperkuat ukhuwah dan permohonan ampun kita semua,”harap Muhammad Abdullah.

Kegiatan serupa juga berlangsung di kantor redaksi Suaranahdliyin.com Pondok Paris Padurenan Gebog Kudus. Puluhan warga mengikuti tradisi doa malam nisfu Sya’ban.

Usai berdoa, warga menikmati secara bersama jajanan yang mereka bawa dalam acara di musala tersebut

(Umi Saidatun Nisa, Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, UIN Sunan Kudus)

Comments